WEF 2026: Menakar Peluang Ekonomi Digital Lewat Adopsi AI Bertanggung Jawab

Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com

WEF 2026: Menakar Peluang Ekonomi Digital Lewat Adopsi AI Bertanggung Jawab

Husen Miftahudin • 21 January 2026 14:09

Davos: Isu kecerdasan buatan (AI) menjadi bahasan krusial dalam gelaran World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, pada 19-23 Januari 2026.
 
Para pemimpin dunia, termasuk delegasi dari Indonesia, berkumpul untuk merumuskan bagaimana inovasi teknologi dapat diadopsi secara masif namun tetap bertanggung jawab secara etis.
 
Dalam sesi diskusi bertajuk "How can we deploy innovation at scale and responsibly?", tantangan mengenai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keamanan data menjadi sorotan. Indonesia pun berada di garis depan pembahasan ini, mengingat penetrasi AI di tanah air terus melonjak signifikan.
 
Berdasarkan data terbaru Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat adopsi AI di Indonesia telah menyentuh angka 27,34 persen hingga akhir 2025. Angka ini mencerminkan antusiasme sektor Industri dalam mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem bisnis.
 
Namun, salah satu hambatan utama dalam adopsi AI adalah ketersediaan sumber daya manusia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat untuk memenuhi target sembilan juta talenta digital pada 2030, Indonesia memerlukan setidaknya 600 ribu tenaga ahli per tahun, termasuk spesialis di bidang AI dan data science.
 

Baca juga: Di Forum WEF, Menkomdigi Pamer Fondasi Ekonomi Digital ASEAN Lewat QRIS dan DEFA


(Ilustrasi. Foto: Pexels)
 

Peran sektor swasta di kancah global

 
Kehadiran pelaku industri dalam forum ini menjadi kunci untuk membawa pulang standar global ke pasar domestik. CEO & Co-Founder DANA Indonesia Vince Iswara menyampaikan, keterlibatan di WEF Davos menjadi ruang penting untuk terus belajar dan berkontribusi.
 
"WEF Davos adalah forum strategis untuk memahami bagaimana dunia bergerak dan bagaimana Indonesia dapat mengambil peran yang lebih aktif," tutur dia.
 
Bagi DANA, jelas Vince, partisipasi ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung kebiasaan finansial yang sehat lewat layanan keuangan digital yang aman, inklusif, dan selaras dengan keberlanjutan bumi. (Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)