Tingkatkan Gizi, Masyarakat Malalak Diedukasi Olah Daun Kelor Jadi Penganan

Masyarakat di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, diedukasi mengelola daun kelor menjadi penganan. Dok. UNP

Tingkatkan Gizi, Masyarakat Malalak Diedukasi Olah Daun Kelor Jadi Penganan

Achmad Zulfikar Fazli • 9 July 2026 21:47

Jakarta: Masyarakat di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, diedukasi mengelola daun kelor menjadi penganan, seperti puding. Edukasi diberikan karena daun kelor memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan bisa meningkatkan gizi.

Edukasi ini diberikan Dosen Fakultas Kedokteran, S1 Kebidanan Universitas Negeri Padang (UNP) dalam program Pengabdian Masyarakat di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Rabu, 1 Juli 2026. Edukasi menyasar masyarakat yang menjadi korban terdampak bencana hidrometrologi pada bulan lalu.

Koordinator Kegiatan sekaligus dosen Fakultas Kebidanan UNP Epi Satria mengatakan pengabdian masyarakat merupakan kegiatan akademis dan sosial yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung guna membantu memberdayakan masyarakat. 

"Pengabdian masyarakat ini, sengaja menyasar ibu-ibu PKK di Nagari. Dengan mengoptimalkan peran mereka, sehingga pemulihan kesehatan mental dan Gizi ibu menyusui pasca bencana dapat tercapai melalui psikoedukasi. Dan hari ini kita barengi dengan praktek mengolah daun kelor menjadi puding," ujar Epi, dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 Juli 2026.

Epi mengatakan program ini melibatkan dosen serta mahasiswa. Mereka memberikan edukasi dan praktik mengolah daun kelor menjadi puding secara langsung.

Manfaat Daun Kelor

Epi membeberkan alasan mengajarkan pengolahan daun kelor kepada masyarakat. Menurut dia, daun kelor kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral penting yang efektif menangkal radikal bebas. 

Daun kelor, lanjut dia, dapat menurunkan kadar gula darah, menjaga kesehatan jantung, serta melancarkan produksi ASI. 

Epi mengatakan tanaman ini sering dijuluki superfood karena padat nutrisi. Daun kelor juga kaya vitamin C, beta-karoten, quercetin, dan asam klorogenat yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

"Kaya akan zat besi yang membantu pembentukan sel darah merah, serta vitamin C yang memaksimalkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Sehingga baik juga bagi pertumbuhan otak dan fisik balita dan remaja," ujar Epi.

Epi mengatakan ekonomi masyarakat juga akan terbantu jika sudah dapat mengolah daun kelor menjadi berbagai penganan lezat kaya manfaat.
Daun kelor diolah menjadi puding. Dok. UNP

Tahap Pengolahan Daun Kelor

Dia menjelaskan tahapan pengolahan daun kelor menjadi penganan. Tahap pertama dengan mengmbil daun kelor segar berwarna hijau sesuai kebutuhan. Kemudian daun dikutil dari tangkai dan dicuci bersih untuk menjaga kebersihan. 

Daun yang telah dicuci bisa dikeringkan dengan oven selama 4 jam. Setelah kering haluskan dengan mesin blender hingga berbentuk bubuk. ebelum menggunakan bubuk daun kelor menjadi campuran bahan makanan, bubuknya ditimbang terlebih dulu sesuai dengan kebutuhan.

Saat akan di campur dengan bahan-bahan membuat penganan, terlebih dahulu mencampurkan bubuk daun kelor dengan air sesuai takaran, aduk hingga lumer, dan saring dengan saringan halus. 

Sementara itu, Walinagari Malalak Timur Abdul Hanif mengapreasi program pengabdian masyarakat yang dilakukan Dosen Ilmu Kebidanan Universitas Negeri Padang (UNP). Pelatihan cara mengolah daun kelor menjadi penganan itu dinilai dapat bermanfaat bagi 30 kader PKK dan Posyandu aktif.

"Kita inginkan ilmu yang diberikan oleh dosen UNP ini, dapat diserap oleh Kader-kader PKK Nagari dan nantinya dikembangkan juga ketengah-tengah masyarakat dan dapat dirasakan bersama," ujar Abdul.

Menurut dia, ilmu cara mengolah daun kelor menjadi makanan bergizi dapat berinovasi menciptakan bentuk yang bervariasi. Hal ini juga bisa menambah nilai ekonomi warga.

(Achmad Zulfikar Fazli)