Arsip foto - Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi (kiri). Foto: ANTARA FOTO/Xinhua/Gao Jing/bar.
Panjat Tebing: Tiga Wakil Indonesia Tembus Final di Madrid
Fachri Audhia Hafiez • 31 May 2026 20:14
Jakarta: Sebanyak tiga atlet panjat tebing Indonesia lolos ke putaran final nomor speed putri World Climbing Series Madrid 2026 setelah melalui babak kualifikasi di Spanyol, Minggu, 31 Mei 2026. Pada babak kualifikasi untuk nomor speed putri yang diikuti total 48 atlet dari berbagai negara itu, tiga wakil Merah Putih berhasil menembus 16 besar untuk melaju ke babak berikutnya.
Mereka adalah Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, dan Berthidgna Devi Surya Kusuma, yang merupakan keseluruhan atlet yang dikirimkan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) untuk memperkuat sektor speed putri di Madrid.
Dikutip dari Antara, dalam kualifikasi Desak Made menempati peringkat keempat. Atlet asal Bali tersebut lebih dahulu menorehkan waktu 6,58 detik di jalur B, namun sedikit lebih lambat dengan catatan 7,81 detik di jalur A.
Skenario serupa juga terjadi pada Rajiah yang berada di urutan kesembilan. Atlet asal Banten itu berhasil mencatatkan waktu 6,81 detik di jalur B, tetapi kemudian lebih lambat dengan catatan waktu 9,24 detik di jalur A.
Sementara, Berthidgna menutup peringkat 16 besar dengan catatan waktu 8,28 detik di jalur A, dan 7,07 detik di jalur B. Setelah babak kualifikasi, tiga atlet tersebut kembali berlomba dalam putaran final, Minggu, sekitar pukul 23.00 WIB.
Baca Juga :
Sementara itu di sektor putra, atlet Indonesia yang bersiap untuk babak kualifikasi adalah Veddriq Leonardo, Antasyafi Robby Al Hilmi, Raharjati Nursamsa, dan Aditya Tri Syahria.
Keikutsertaan di Madrid menjadi momentum penting bagi Indonesia setelah hasil yang diraih pada World Climbing Series Wujiang 2026 di China belum sepenuhnya memuaskan.
Pada seri Wujiang, Desak Made menjadi satu-satunya peraih medali untuk Indonesia di tengah persaingan ketat yang dihadapi tim nasional. PP FPTI saat itu mengirim sembilan atlet speed, yang terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri. Namun, sektor putra gagal menyumbangkan medali dan harus pulang tanpa berdiri di podium.