Ribuan Umat Buddha Jalani Ritual Jelang Detik-detik Waisak 2570 BE di Borobudur

Ribuan umat Buddha mengikuti rangkaian prosesi dan ritual menjelang detik-detik Waisak 2570 BE di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu, 31 Mei 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Ribuan Umat Buddha Jalani Ritual Jelang Detik-detik Waisak 2570 BE di Borobudur

Duta Erlangga • 31 May 2026 15:43

Magelang: Ribuan umat Buddha tiba di Candi Borobudur usai melalukan prosesi kirab agung dari Candi Mendut, pada Minggu, 31 Mei 2026. 

Umat tiba dengan membawa Api Dharma, Air Berkah, dan Sarana Puja yang di dalamnya berisikan hasil bumi baik sayuran maupun buah-buahan yang memiliki makna tersendiri, yang kemudian akan diletakkan di altar utama Candi Borobudur.


Peserta kirab membawa Sarana Puja berisi hasil bumi menuju altar utama Candi Borobudur dalam rangkaian perayaan Waisak 2570 BE. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Setibanya di Candi Borobudur, umat dan Bhikkhu melakukan prosesi ritual Puja di altar utama Candi Borobudur dengan diawali penyalaan lilin panca warna dan dupa oleh Bhikkhu Sangha, Ketua Umum WALUBI, Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI, Pimpinan Majelis, dan Ketua DPD WALUBI Jawa Tengah.

Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) S. Hartati Murdaya mengatakan tema Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) relevan dengan berbagai tantangan yang tengah dihadapi dunia saat ini.


Ketua Umum WALUBI S. Hartati Murdaya menyampaikan sambutan pada rangkaian peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE di Candi Borobudur. (Foto: Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Menurut Hartati, tema Waisak tahun ini adalah 'Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebajikan' dengan subtema 'Cinta Kasih sebagai Sumber Perdamaian Dunia'.

"Peringatan Tri Suci Waisak tahun ini mengangkat tema Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebajikan dengan subtema Cinta Kasih sebagai Sumber Perdamaian Dunia. Tema tersebut sangat sesuai dengan kondisi dan situasi dunia saat ini yang diwarnai oleh peperangan berkepanjangan antarnegara, meningkatnya perbedaan kepentingan, serta ancaman krisis ekonomi yang berdampak pada umat manusia di seluruh dunia," kata Hartati.
 



Ia berharap nilai-nilai yang diajarkan dalam Dharma dapat menjadi pedoman untuk menjaga perdamaian, memperkuat toleransi, dan membangun kehidupan yang harmonis di tengah berbagai tantangan global.

"Semoga keadaan tersebut tidak sampai terjadi dan nilai-nilai Dharma dapat menjadi pedoman bagi umat manusia dalam menciptakan kehidupan yang damai dan sejahtera," ujarnya.

Selanjutnya, umat akan melanjutkan prosesi ritual, yakni meditasi detik-detik Waisak pada pukul 15.44.44 WIB.

(Patrick Pinaria)