Korut mengecam latihan militer gabungan AS dan Jepang yang bertajuk Resolute Dragon. (Anadolu Agency)
Korea Utara Kecam Latihan Militer Gabungan Resolute Dragon AS-Jepang
Willy Haryono • 29 June 2026 12:03
Pyongyang: Korea Utara mengecam latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Jepang, dengan menuding Tokyo sengaja memanfaatkan situasi global yang dinilai tidak menentu untuk membenarkan transformasinya menjadi negara berorientasi militer.
Kecaman tersebut disampaikan pada Senin, 29 Juni 2026, melalui editorial yang dimuat kantor berita Korean Central News Agency (KCNA).
Dalam editorial itu, Korea Utara mengkritik partisipasi Jepang dalam latihan militer Resolute Dragon. Pyongyang menuduh Tokyo terus meningkatkan kemampuan militernya dan memperdalam kerja sama pertahanan dengan AS sehingga memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Korea Utara juga mengklaim Jepang menguji coba rudal jarak jauh dalam kapasitas serangan pendahuluan yang ditujukan untuk menyerang negara-negara tetangga saat pertama kali mengikuti latihan militer multinasional yang dipimpin AS di kawasan Asia-Pasifik pada April dan Mei lalu.
Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Pyongyang turut memperingatkan Jepang akan menghadapi "akhir yang tragis" apabila tetap melanjutkan kebijakan militer yang disebutnya sebagai tindakan ceroboh.
Latihan Resolute Dragon yang melibatkan Pasukan Bela Diri Darat Jepang (GSDF) dan Korps Marinir AS dimulai pada 20 Juni di Pulau Okinawa dan Kyushu, Jepang barat daya.
Latihan militer tersebut dijadwalkan berakhir pada Selasa besok.
Baca juga: Korea Selatan dan Jepang Tegaskan Komitmen Denuklirisasi Semenanjung Korea