Kemenhut Dorong Pembiayaan Inovatif Kawasan Konservasi

Ilustrasi hutan. Foto: Unsplash.com/kazuend.

Kemenhut Dorong Pembiayaan Inovatif Kawasan Konservasi

Fachri Audhia Hafiez • 26 June 2026 15:50

London: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk membangun sistem konservasi yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Melalui langkah ini, pemerintah membuka ruang bagi investasi inovatif yang kredibel demi melindungi keanekaragaman hayati nasional.

“Kami sedang membangun paradigma baru tata kelola konservasi, di mana taman nasional memiliki kemandirian finansial, masyarakat menjadi mitra utama, sektor swasta memiliki peran yang bermakna, dan negara menyediakan kerangka regulasi yang kuat untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan secara akuntabel dan berkelanjutan,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, dalam Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) Roundtable Meeting di London, Inggris, dilansir Antara, Jumat, 26 Juni 2026.
 


Raja Juli menjelaskan, pendekatan baru di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto ini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pembiayaan publik. Sebagai wujud keseriusan, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Pembiayaan Inovatif untuk Pengelolaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik.

Satuan tugas ini dipimpin oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo, didukung Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan dan Kerja Sama Multilateral Mari Elka Pangestu, serta Menhut sendiri sebagai Wakil Ketua Bidang Reformasi Regulasi. Tim ini membidik sedikitnya 13 taman nasional dan dua lanskap konservasi spesies ikonik untuk mencapai kemandirian finansial pada tahun 2030 melalui strategi reformasi regulasi dan penguatan instrumen keuangan.

Dalam forum internasional yang menjadi bagian dari London Climate Action Week 2026 tersebut, Indonesia turut memperkenalkan konsep “Natural Ecosystems as a New Asset Class”. Konsep ini memandang ekosistem alam sebagai aset strategis yang mempu menghasilkan nilai ekonomi berkelanjutan melalui instrumen seperti kredit karbon, kredit biodiversitas, obligasi konservasi spesies (species bonds), hingga ekowisata.


Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni. Foto: Dok. Kemenhut.

Sebagai proyek percontohan utama, Raja Juli memaparkan Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Aceh. Inisiatif di bumi Serambi Mekah ini dirancang menjadi model pembuktian bahwa perlindungan Gajah Sumatra dan konektivitas habitatnya dapat berjalan selaras dengan peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Raja Juli secara terbuka mengundang komunitas investasi global, lembaga filantropi, dan mitra pembangunan internasional untuk berkolaborasi nyata.

“Kami menyambut kemitraan dalam bentuk dukungan keahlian, transfer teknologi, dukungan implementasi program, maupun pembiayaan inovatif yang disepakati bersama. Kolaborasi global akan mempercepat upaya kita dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” kata Raja Juli.

(Fachri Audhia Hafiez)