Pelepasan ekspor kopi dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage menuju Tiongkok dan Maroko. Foto: dok KBI.
Lewat Sistem Resi Gudang, KBI Kawal Ekspor Kopi Indonesia ke Pasar Global
Husen Miftahudin • 23 July 2026 15:29
Bandung: PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) mendukung ekspor komoditas kopi Indonesia ke pasar global melalui pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG). Salah satu keberhasilannya dengan menembus pasar Tiongkok hingga Maroko melalui Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung.
Pada kegiatan pelepasan ekspor kopi dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage menuju Tiongkok dan Maroko, menjadi tonggak pemanfaatan SRG dalam meningkatkan nilai tambah komoditas nasional sekaligus memperluas akses pasar ekspor.
Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia Budi Susanto mengatakan keberhasilan ekspor tersebut mencerminkan semakin strategisnya peran SRG dalam meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.
"Pelepasan ekspor ini membuktikan bahwa SRG tidak hanya menjadi instrumen pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha, tetapi juga mampu menjadi jembatan yang menghubungkan komoditas nasional dengan pasar internasional," ungkap Budi dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 23 Juli 2026.
Sebagai Pusat Registrasi SRG, KBI berperan membangun tata kelola yang aman, transparan, akuntabel, dan tepercaya sehingga meningkatkan kepercayaan pelaku usaha, lembaga pembiayaan, maupun mitra dagang terhadap komoditas yang dikelola melalui skema SRG.

(Biji kopi. Foto: dok MI)
Ekspor perdana bernilai USD227 ribu
Pada pengiriman perdana, volume ekspor mencapai 38,4 ton atau setara dua kontainer dengan total nilai USD227.443,20. Ekspor tersebut terdiri atas satu kontainer Kopi Robusta Grade 2 sebanyak 19,2 ton senilai USD71.040 yang dikirim ke Maroko, serta satu kontainer Kopi Arabica Semi Wash sebanyak 19,2 ton senilai USD156.403,20 dengan tujuan Tiongkok.
Sebagai tindak lanjut, pengelola Gudang SRG telah menjadwalkan pengiriman berikutnya sebanyak delapan kontainer Kopi Arabica Semi Wash dengan total volume 153,6 ton dan nilai mencapai USD1.251.225,60 ke Tiongkok. Seluruh komoditas tersebut berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung.
Keberhasilan ekspor ini menunjukkan komoditas yang dikelola melalui Sistem Resi Gudang mampu menjaga kualitas selama penyimpanan sekaligus memenuhi standar perdagangan internasional.
Kondisi tersebut memperkuat peran SRG yang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam rantai pasok perdagangan dan ekspor komoditas Indonesia.
"Sebagai pelopor Pusat Registrasi SRG di Indonesia, PT Kliring Berjangka Indonesia akan terus memperkuat tata kelola, digitalisasi layanan, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pemanfaatan SRG semakin luas serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan," tegas Budi.
Budi menambahkan, sebagai BUMN pertama yang menjalankan fungsi Pusat Registrasi SRG, KBI akan terus memperkuat ekosistem Sistem Resi Gudang melalui penyelenggaraan registrasi yang aman, transparan, dan akuntabel.
Keberhasilan ekspor kopi ke Tiongkok dan Maroko diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas komoditas Indonesia, sekaligus memperluas peluang ekspor dan akses pembiayaan bagi petani, koperasi, UMKM, serta pelaku usaha nasional.