Pemprov DKI Perluas Pelatihan Gratis untuk Meningkatkan Kompetensi

Pelaksanaan Jakarta Timur Career Fest dan Bazaar 2026 Gelombang I di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Foto: Antara.

Pemprov DKI Perluas Pelatihan Gratis untuk Meningkatkan Kompetensi

Gabriella Thesa Widiari • 29 July 2026 20:29

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan, memperluas program pelatihan gratis. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

"Untuk memperluas kesempatan kerja yang berkualitas melalui beberapa strategi utama, antara lain memperkuat pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi berbasis kebutuhan pasar kerja," kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta Taufik, dilansir dari Antara, Rabu, 29 Juli 2026.

Taufik mengatakan, peningkatan kompetensi tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Tetapi pekerja yang sudah berada di perusahaan juga dapat mengikuti agar hasil kerjanya semakin baik.

"Bagi yang sudah bekerja, di sini juga hadir Pusat Pengembangan Produktivitas Daerah (P3D) DKI Jakarta untuk meningkatkan produktivitasnya atau produk kerjanya. Tujuannya meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," kata Taufik.

Menurut Taufik, Pemprov DKI Jakarta dapat berkolaborasi dengan perusahaan yang ingin meningkatkan kompetensi tenaga kerjanya melalui pelatihan.

"Kami bisa melatih secara gratis di perusahaan-perusahaan yang ingin meningkatkan tenaga kerjanya, bisa berkolaborasi dengan P3D-nya," kata Taufik.

Adapun program peningkatan kompetensi tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov DKI Jakarta. Hal itu tertuang dalam program Jakarta Bekerja dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DKI Jakarta 2025-2029.

Penguatan pelatihan tersebut dinilai penting, untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Sebab, dunia kerja yang terus berkembang membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Oleh karena itu, pelatihan tidak hanya dibutuhkan oleh calon pekerja, tetapi juga pekerja yang sudah masuk ke dunia industri.


Ilustrasi tenaga kerja. Foto: dok. Kemenprin.

Lebih lanjut, Taufik menekankan, persoalan ketenagakerjaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Dunia usaha berperan sebagai pencipta lapangan kerja, lembaga pendidikan menghasilkan sumber daya manusia, sementara pemerintah menjadi fasilitator dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan.

"Dan yang terakhir adalah memastikan akses kesempatan kerja yang inklusif bagi perempuan, penyandang disabilitas, pemuda, dan kelompok rentan lainnya," kata Taufik.

Melalui kolaborasi tersebut, Taufik berharap, peningkatan kompetensi tidak hanya membantu pencari kerja memperoleh pekerjaan, tetapi juga meningkatkan produktivitas pekerja yang sudah bekerja.

(Gabriella Thesa Widiari)