Personel Polres Biak Numfor saat memberikan trauma healing ke anak-anak terdampak ledakan bom di Biak. (ANTARA/HO/Humas Polda Papua)
Polwan Beri Trauma Healing Warga Biak Terdampak Ledakan Bom PD II
Lukman Diah Sari • 3 June 2026 11:42
Jayapura: Polres Biak Numfor mengerahkan 36 personel untuk memberikan trauma healing kepada warga yang terdampak ledakan bom diduga peninggalan Perang Dunia (PD) II di Biak, Papua. Puluhan personel yang dilibatkan merupakan polwan.
Waka Polres Biak Numfor Kompol Jebelina Walli mengatakan polwan-polwan tersebut dibagi dalam tiga kelompok, sehingga setiap hari bisa melaksanakan trauma healing. Kegiatan trauma healing dilakukan untuk membantu menghilangkan trauma yang dialami warga, khususnya pada anak-anak.
"Ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi psikologis masyarakat pascakejadian, sehingga melalui pendekatan humanis yang dilakukan Polwan Polres Biak Numfor diharapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan moral untuk membantu memulihkan rasa aman dan mengurangi dampak trauma yang masih dirasakan," kata Kompol Jebelina, melansir Antara, Rabu, 3 Juni 2026.

Lokasi ledakan bom diduga sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, Papua. (Dok Bid Humas Polda Papua)
Dia mengungkap, selama pendampingan yang diberikan khususnya pada anak-anak, personel mengajak mereka bermain dan menyanyi. Kegiatan trauma healing dilaksanakan di Kantor Satpol-PP Biak Numfor dan Hotel Mapia, berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIT.
"Selain memberikan trauma healing, personel Polri juga menyerahkan bantuan makanan ringan dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak," kata Jebelina.
Insiden meledaknya bom yang diduga peninggalan PD II di Biak terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026. Peristiwa itu menyebabkan enam orang meninggal, tiga orang dilaporkan hilang, serta sembilan rumah rusak.