Tanda Tangan Donald Trump Akan Muncul di Mata Uang Dolar, Akhiri Tradisi 165 Tahun

Tanda tangan Donald Trump akan terpampang di pecahan dolar AS. Foto: Anadolu

Tanda Tangan Donald Trump Akan Muncul di Mata Uang Dolar, Akhiri Tradisi 165 Tahun

Fajar Nugraha • 27 March 2026 19:05

Washington: Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada Kamis, 26 Maret, bahwa tanda tangan Presiden Donald Trump akan mulai dicetak pada uang kertas dolar AS mulai musim panas ini.

Kebijakan ini menjadikan Trump sebagai presiden pertama dalam sejarah AS yang tanda tangannya tertera langsung pada mata uang saat masih menjabat.

Langkah ini sekaligus mengakhiri tradisi selama 165 tahun yang mengharuskan tanda tangan Bendahara Negara (US Treasurer) muncul di uang kertas. Sejak tahun 1861, posisi Bendahara Negara selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari desain mata uang federal AS

Desain ulang uang kertas ini direncanakan bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Beberapa poin teknis terkait peluncuran tersebut meliputi, pecahan 100 dolar AS akan menjadi yang pertama dicetak dengan tanda tangan Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent pada Juni mendatang. Pecahan lainnya akan menyusul dalam bulan-bulan berikutnya dan diperkirakan beredar melalui bank dalam beberapa minggu setelah pencetakan.

Pejabat kementerian menegaskan tidak ada perubahan desain menyeluruh pada uang kertas, kecuali penggantian posisi tanda tangan Bendahara Negara dengan tanda tangan Presiden.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk apresiasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan yang kuat pada masa jabatan kedua Trump.

"Tidak ada cara yang lebih kuat untuk mengakui pencapaian bersejarah negara kita selain menyematkan nama Presiden Donald J. Trump pada mata uang dolar," ujar Bessent dalam pernyataannya, seperti dikutip Channel News Asia, Jumat, 27 Maret 2026.

Meskipun undang-undang AS melarang penggambaran wajah tokoh yang masih hidup pada koin, Departemen Keuangan memiliki diskresi luas untuk mengubah desain uang kertas guna mencegah pemalsuan, selama tetap mencantumkan frasa In God We Trust dan hanya menampilkan potret tokoh yang sudah meninggal.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk menyematkan nama presiden pada berbagai aset publik, mulai dari gedung, program pemerintah, hingga kapal perang. Bendahara Negara saat ini, Brandon Beach, mendukung penuh langkah ini dan menyebut Trump sebagai arsitek kebangkitan ekonomi era emas.

Saat ini, Departemen Keuangan masih memproduksi sisa uang kertas dengan tanda tangan pejabat era Joe Biden, Janet Yellen dan Lynn Malerba. Malerba akan menjadi Bendahara Negara terakhir yang tanda tangannya muncul di mata uang AS sebelum tradisi ini dihapus.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)