Bhante Kamsai Sumarno. Metrotvnewa.com/ Ahmad Mustaqim
Makna Rangkaian Ritual Terhadap Api dan Air Jelang Waisak
Ahmad Mustaqim • 11 May 2025 22:19
Magelang: Air dan api menjadi bagian dalam rangkaian ibadah umat buddha. Jelang perayaan Waisak 2025, dua benda itu telah dikumpulkan dan akan dibawa ke Candi Borobudur pada Senin, 12 Mei 2025.
Api abadi telah diambil Mrapen, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Sabtu, 10 Mei 2025. Api tersebut dibawa lebih dulu ke Candi Mendut, Magelang.
| Baca: Ribuan Warga Antusias Ikuti Layanan Kesehatan Gratis Jelang Waisak 2569 BE
|
Bhante Kamsai Sumarno menjelaskan air, api, serta udara akan bersama didoakan dalam proses perayaan Waisak 2025. Ia mengatakan tiga hal itu memiliki makna berkaitan kesadaran kehidupan manusia.
"Itu berkaitan dengan kesadaran hidup," kata Bhante Kamsai di kompleks Candi Mendut.
Apa yang manusia lakukan memiliki kaitan dengan cinta kasih dan kasih sayang. Ia mengatakan setiap apa yang manusia lakukan memiliki sebab dan akibat.
"Sebelum melakukan sesuatu pikir dulu, baik atau bueuk. Sebab akibatnya apa," jelasnya.
Ia mengungkapkan manusia harus memikirkan lebih sebelum bertindak dan bukan sebaliknya. Ia menekankan pentingnya mengontrol tindakan dan ucapan.
"Harus ada bijaknya. Dengan bijak akan ada rem, seperti jangan bertindak asusila, mencuri, membunuh," ujarnya.
Air dan api yang sudah berada di Candi Mendut akan dibawa ke Candi Borobudur pada Senin, 12 Mei 2025. Proses puncak perayaan Waisak 2025 akan dilakukan besok, termasuk pelepasan lampion.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com