Pesawat latih TNI AU jatuh di Ciampea, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 3 Agustus 2025. Foto: Dok BNPB.
TNI AU Pastikan Kondisi Pesawat Latih Jatuh di Bogor Layak Terbang
Whisnu Mardiansyah • 3 August 2025 14:18
Bogor: TNI Angkatan Udara memastikan kondisi pesawat latih sipil dengan pilot perwira tinggi TNI AU yang jatuh di kawasan pemakaman Ciampea, Kabupaten Bogor, Minggu pagi, 3 Agustus layak terbang. Insiden ini menewaskan sang pilot Marsma TNI Fajar Adriyanto.
"Penerbangan telah dilengkapi Surat Izin Terbang (SIT) nomor SIT/1484/VIII/2025 yang diterbitkan Lanud Atang Sendjaja. Pesawat dinyatakan laik terbang dan merupakan sortie kedua pada hari itu," kata Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana kepada Metrotvnews.com, Minggu, 3 Agustus 2025.
TNI AU bersama unsur terkait telah melaksanakan evakuasi dan pengamanan lokasi kejadian. Jenazah Marsma TNI Fajar saat ini berada di RSAU Lanud Atang Sendjaja untuk prosesi selanjutnya, sementara lokasi jatuhnya pesawat telah diamankan dengan garis pengaman oleh aparat.
| Baca: Pesawat Latih Jatuh di Ciampea Bogor, 1 Orang Dikabarkan Tewas |
Sebelumnya, pesawat latih sipil Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) jatuh di TPU Astana, Ciampea, Kabupaten Bogor, Minggu, 3 Agustus 2025. Insiden ini menewaskan Marsma TNI Fajar Adriyanto.
Pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB dalam rangka misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara sebagai bagian dari pembinaan dan pemeliharaan kemampuan.
Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat mengalami hilang kontak dan ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana. Kedua awak langsung dievakuasi ke RSAU dr M Hassan Toto, namun Marsma TNI Fajar dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit.