Kemenkes Siapkan 10 Ribu Alat Diagnostik TB untuk Puskesmas

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meninjau cek kesehatan gratis (CKG) di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kemenkes Siapkan 10 Ribu Alat Diagnostik TB untuk Puskesmas

Achmad Zulfikar Fazli • 14 October 2026 18:45

Demak: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 10 ribu alat diagnostik Near Point-of-Care (NPOC) di seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mempercepat deteksi tuberkulosis (TB).

"Pengadaan alat tersebut dilakukan untuk memperluas akses pemeriksaan TB, termasuk di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang memiliki 27 puskesmas," kata Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus saat meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Kecamatan Karanganyar, Demak, dilansir dari Antara, Rabu, 14 Oktober 2026.

Dia mengungkapkan alat NPOC untuk mempercepat deteksi dini penyakit tuberkulosis di seluruh puskesmas. Pendistribusian alat diagnostik tersebut ke seluruh puskesmas di Kabupaten Demak ditargetkan pekan ini.

Dia menyebut 2.700 alat NPOC telah tiba pada pekan lalu. Pemerintah juga menjadwalkan kedatangan tambahan alat pada pekan berikutnya, sehingga jumlah yang tersedia mencapai 5.600 unit untuk memenuhi kebutuhan puskesmas di Pulau Jawa.

"Jika di Pulau Jawa terpenuhi, nantinya puskesmas di luar Pulau Jawa juga akan dipenuhi karena pemerintah memesan alat tersebut hingga 10 ribu unit," ujar Benjamin.

Pasien penderita tuberkulosis (TB) antre saat akan menjalani pemeriksaan rutin di Puskesmas Tebet, Jakarta Selatan. ANTARA/Dhoni Setiawan


Selain alat diagnostik NPOC, pemerintah menyiapkan dukungan berupa alat rontgen bergerak atau mobile x-ray untuk membantu pemeriksaan dan deteksi penyakit di puskesmas.

Pengoperasian peralatan tersebut akan didukung tenaga radiografer agar pemeriksaan dapat berjalan optimal. Ketersediaan tenaga radiografer di Jawa Tengah tidak menjadi kendala berarti.

Pemerintah pusat mengangkat tenaga yang dibutuhkan sebagai pegawai puskesmas untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Bupati Demak Eisti'anah mengungkapkan fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan TBC di Kabupaten Demak, terdiri atas enam rumah sakit, 27 puskesmas, dan 102 klinik, maupun dokter praktik mandiri.

Untuk pelayanan pengobatan TB resisten obat, terdapat RSUD Sunan Kalijaga sebagai pengampu pengobatan TB resisten obat (RO), dan lima puskesmas inisiasi TBC RO dibantu puskesmas satelit TB RO.

"Di Kabupaten Demak juga memiliki tujuh mesin tes cepat molekular yang tersebar di RSUD Sunan Kalijaga dan lima puskesmas, di samping terdapat delapan NPOC yang diterima dari Kemenkes dan siap digunakan," ujar Eisti'anah.

(Achmad Zulfikar Fazli)