UMK Fesyen Lokal Didorong Tingkatkan Desain dan Daya Saing

Pelatihan Fashion Design Up-Skilling for Local Business. Foto: dok Pelindo Sinergi Lokaseva.

UMK Fesyen Lokal Didorong Tingkatkan Desain dan Daya Saing

Husen Miftahudin • 12 October 2026 19:51

Jakarta: Pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di sektor fesyen didorong meningkatkan kemampuan desain, inovasi produk, dan penguatan identitas merek agar lebih kompetitif di pasar. Upaya tersebut dilakukan melalui program pelatihan Fashion Design Up-Skilling for Local Business (FASH-UP LOCAL).
 
Program yang berlangsung pada 5–9 Oktober 2026 di Kampus ESMOD Pro Jakarta ini merupakan bagian dari program pemberdayaan UMK Maritimepreneur yang dijalankan PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Desain Indonesia (YPDI).
 
Selama lima hari dengan total 30 jam pelatihan, peserta memperoleh pembelajaran intensif mengenai Fashion Business, Reference Board Development, Design Exploration, hingga Technical Drawing. Kegiatan ini didukung pengajar profesional dan fasilitas pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan industri fesyen.
 
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva Dewi Fitriyani mengatakan peningkatan kapasitas menjadi salah satu fokus perusahaan dalam mendampingi UMK agar mampu mengikuti perkembangan pasar dan meningkatkan kualitas produk.
 
"Melalui program Maritimepreneur, PT Pelindo Sinergi Lokaseva mendorong UMK untuk terus mengembangkan kapasitas dan kualitas produknya. FASH-UP LOCAL menjadi salah satu upaya kami untuk membekali pelaku UMK dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan, sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih inovatif, memiliki karakter, dan semakin kompetitif," ujar Dewi dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 12 Oktober 2026.
 

 

Enam UMK ikuti pelatihan fesyen

 
Program FASH-UP LOCAL diikuti enam UMK fesyen binaan yang terpilih melalui proses kurasi. Para peserta berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek, Semarang, Surabaya, dan Medan.
 
Sebelumnya, sebanyak 16 UMK fesyen dari 10 kota mendaftar untuk mengikuti program tersebut. Seleksi dilakukan untuk menentukan peserta yang memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan.
 
Program ini dirancang untuk menjawab tantangan pelaku UMK fesyen, terutama dalam pengembangan desain, inovasi produk, dan pembentukan identitas merek di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.
 
Melalui pembelajaran berbasis praktik, peserta diarahkan menyusun ide dan konsep desain secara lebih terstruktur dengan mempertimbangkan karakter produk serta kebutuhan konsumen. Keterampilan tersebut diharapkan dapat diterapkan langsung dalam pengembangan produk dan penguatan identitas usaha masing-masing.
 
Salah satu peserta FASH-UP LOCAL, Dania Sindi Qistina, mengapresiasi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan usaha melalui pelatihan tersebut.
 
"Program ini memberikan wawasan baru bagi kami, terutama dalam menguatkan identitas brand, mengembangkan ide menjadi desain yang lebih terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan produk sekaligus memperkuat identitas usaha kami," ujar dia.


(Pelatihan Fashion Design Up-Skilling for Local Business. Foto: dok Pelindo Sinergi Lokaseva)
 

Dukung penguatan ekonomi kerakyatan dan kewirausahaan

 
Pengembangan kapasitas melalui Maritimepreneur menjadi bagian dari upaya PT Pelindo Sinergi Lokaseva dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan dan kewirausahaan.
 
Peningkatan keterampilan pelaku UMK di sektor industri kreatif diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
 
Dewi mengatakan program pemberdayaan UMK perlu memberikan manfaat berkelanjutan, tidak hanya selama pelatihan berlangsung, tetapi juga setelah peserta kembali mengembangkan usahanya.
 
"Kami ingin setiap program pemberdayaan memberikan manfaat yang dapat terus berkembang setelah kegiatan selesai. Karena itu, kami mendorong agar setiap intervensi tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga membangun kemampuan UMK untuk mengembangkan usahanya secara mandiri," tutup Dewi.

(Husen Miftahudin)