Turki Ajukan Pakta Pertahanan Makkah ke Parlemen untuk Diratifikasi

Pakta Pertahanan Makkah antara Turki, Pakistan, dan Arab Saudi telah diajukan ke parlemen Turki untuk diratifikasi. (Anadolu Agency)

Turki Ajukan Pakta Pertahanan Makkah ke Parlemen untuk Diratifikasi

Willy Haryono • 21 October 2026 12:29

Ankara: Pakta pertahanan trilateral antara Turki, Pakistan, dan Arab Saudi yang dikenal sebagai Pakta Pertahanan Makkah telah diajukan ke parlemen Turki untuk diratifikasi.

Mengutip Al Jazeera pada Selasa, 20 Oktober 2026 pakta yang ditandatangani pada 7 Agustus tersebut terdiri atas 16 pasal, berdasarkan dokumen yang telah diajukan ke parlemen Turki.

Perjanjian itu bertujuan membentuk sistem pertahanan bersama di kawasan untuk menghadapi kemungkinan serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota. Sejumlah pasal mengatur bentuk respons dan bantuan yang harus diberikan dalam situasi tersebut.

Pasal 1 menyebutkan bahwa negara-negara penandatangan akan menggunakan “segala cara yang diperlukan” untuk mengatasi ancaman terhadap integritas teritorial satu sama lain.

Sementara itu, Pasal 2 mengatur kewajiban negara anggota untuk memberikan bantuan jika salah satu pihak mengalami serangan bersenjata atau agresi militer.

“Jika salah satu pihak mengalami serangan bersenjata atau agresi militer oleh negara lain atau sekelompok negara, para pihak harus segera memberikan bantuan kepada pihak yang diserang dengan memanfaatkan seluruh bentuk bantuan timbal balik yang tersedia,” demikian bunyi Pasal 2.

Ketentuan tersebut serupa dengan Pasal 5 Pakta Atlantik Utara, dokumen pendirian NATO, yang menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap satu negara anggota dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Pasal 2 juga menyebutkan bahwa masing-masing negara penandatangan, yakni Turki, Pakistan, dan Arab Saudi, akan menentukan cakupan serta bentuk dukungan berdasarkan penilaian objektif terhadap bantuan yang dibutuhkan.

Ketiga negara juga akan bekerja sama dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, termasuk kemampuan militer masing-masing.

Awal bulan ini, Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat mengaktifkan “langkah-langkah penangkalan” berdasarkan pakta tersebut. Ketiganya juga sepakat mengerahkan pasukan dengan cepat ke Arab Saudi untuk menghadapi serangan kelompok Houthi dari Yaman.

Kelompok bersenjata tersebut juga dikenal sebagai Ansar Allah, yang berarti “Pendukung Tuhan” dalam bahasa Arab. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Pakta Pertahanan Makkah Siapkan Pertemuan Militer Bahas Dukungan untuk Arab Saudi

(Willy Haryono)