Pertumbuhan ekonomi. Foto: Ilustrasi Freepik.
Pemerintah Disebut Telah Melaksanakan 5 Pilar Menjaga Stabilitas Ekonomi
M Sholahadhin Azhar • 23 October 2026 14:55
Jakarta: Pemerintah Indonesia, disebut telah melaksanakan lima pilar untuk menjaga stabilitas ekonomi. Hal tersebut penting dilakukan di tengah ketidakpastian global.
“Pemerintah sudah melaksanakan lima pilar menjaga stabilitas ekonomi, yaitu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan sektor eksternal, mengelola kecukupan likuiditas, pengendalian inflasi, dan pendalaman pasar. Jadi, bagi saya sebagai ekonom, sangat baik,” kata Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia (UKI), Wilson Rajagukguk, dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Oktober 2026.
Menurutnya, kebijakan melalui lima pilar ekonomi menjadi langkah positif untuk mempertahankan pertumbuhan nasional. Ia juga menilai koordinasi Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi.
“Kerja sama yang baik dari Gubernur BI dan Menteri Keuangan saat ini sangat bagus. Dua-duanya sudah melaksanakan yang baik,” kata Wilson.
Wilson turut mengapresiasi belanja negara untuk menjaga daya beli masyarakat melalui layanan publik, perlindungan sosial, dan bantuan pangan.
“Belanja negara sebagai shock absorber yang dilakukan pemerintah sebesar Rp1.200 triliun untuk layanan publik, perlindungan sosial, bantuan pangan, agar konsumsi bagus,” kata Wilson.
Menurut Wilson, besarnya jumlah penduduk Indonesia menjadi potensi untuk menopang pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi domestik.
“Indonesia itu penduduk nomor empat terbesar di bumi ini. Salah satu alat ukur pertumbuhan ekonomi kan konsumsi. Konsumsi kita gede banget,” kata Wilson.
Ia menekankan bahwa kebijakan stabilisasi ekonomi perlu diikuti penguatan sektor riil agar pertumbuhan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Lima pilar ini bukan untuk menjaga inflasi dan stabilitas rupiah saja, tetapi juga berharap menumbuhkan sektor riil dan menciptakan nilai tambah lapangan kerja,” tegas Wilson.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia (UKI), Wilson Rajagukguk
Lebih lanjut, ia mendorong penguatan sumber daya manusia, hilirisasi industri, dan penciptaan lapangan kerja sebagai strategi jangka panjang.
“SDM dibangun, lapangan kerja kita buat. Ketika penduduk kita 280 juta mempunyai ekspektasi penghasilan seumur hidup, guncangan apa pun di planet ini tidak berpengaruh ke Indonesia itu,” kata Wilson.
Ia berharap konsistensi kebijakan pemerintah mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.