Generasi Muda Kendal Diajak Memanfaatkan Teknologi untuk Ciptakan Peluang Kerja

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Istimewa.

Generasi Muda Kendal Diajak Memanfaatkan Teknologi untuk Ciptakan Peluang Kerja

Arga Sumantri • 26 October 2026 18:23

Kendal: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengajak generasi muda Kabupaten Kendal untuk berani memulai, mengembangkan kreativitas, dan memanfaatkan teknologi sebagai peluang untuk menciptakan lapangan kerja serta mendorong kemajuan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Ibas dalam forum kepemudaan bertema Arah Baru Kepemimpinan Pemuda dan Citra Bangsa di Era Digital di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Ibas mengapresiasi perkembangan Kendal yang memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi di Jawa Tengah, didukung sektor industri, pertanian, perikanan, UMKM, pendidikan keagamaan, hingga pariwisata.

Menurut Ibas, keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK) menjadi salah satu peluang strategis untuk mengoptimalkan potensi daerah dan memperkuat perekonomian. Pertumbuhan industri perlu diiringi dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal agar masyarakat Kendal dapat berpartisipasi secara langsung dan memperoleh manfaat dari perkembangan ekonomi tersebut.

"Jangan pernah takut untuk gagal. Jangan takut untuk rugi kalau berusaha. Jangan takut untuk melangkah lebih maju," kata Ibas dalam keterangan tertulis, Senin, 29 Oktober 2026.

Teknologi dan AI Jadi Peluang bagi Anak Muda

Ibas menilai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan sumber penghasilan baru. Anak muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan karya, membangun usaha, dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurut Ibas, media sosial dan internet dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk lokal, mempromosikan destinasi wisata, serta memperkenalkan seni dan budaya Kendal kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan strategi digital yang tepat, generasi muda dapat menjangkau pasar yang lebih besar sekaligus mengembangkan potensi ekonomi daerah.

"Teman-teman yang muda juga bisa menggerakkan sektor ekonomi kreatif menjadi seorang animator, menjadi seorang ilustrator, menjadi seorang digital artist," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar AI tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai sarana untuk memperkuat kreativitas dan mempermudah pekerjaan. Generasi muda perlu terus belajar, beradaptasi, serta memanfaatkan teknologi secara bijak agar mampu bersaing di tengah perubahan dunia kerja.

Ibas berharap pemuda Kendal dapat mengembangkan berbagai peluang di sektor ekonomi digital dan industri kreatif. Dengan keberanian untuk memulai dan kemauan untuk terus belajar, ide-ide yang dimiliki anak muda dapat berkembang menjadi usaha produktif yang memberikan manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat.

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Istimewa.

Perkuat Keterampilan dan Perluas Kesempatan Kerja

Ia menilai Kendal merupakan daerah dengan potensi ekonomi yang terus bertumbuh. Keberadaan Kawasan Industri Kendal dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat industrialisasi dan hilirisasi, menarik investasi, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat dan Jawa Tengah.

Menurut dia, perkembangan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, penguatan hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, serta pemberdayaan masyarakat, menjadi langkah penting agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menekankan kemajuan daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan generasi muda. Potensi Kendal di sektor industri, pertanian, perikanan, UMKM, pendidikan keagamaan, dan pariwisata perlu dikembangkan secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia berharap forum kepemudaan tersebut tidak berhenti sebagai ruang bertukar gagasan, tetapi menjadi awal dari kerja sama dan aksi nyata. Generasi muda perlu terus meningkatkan kapasitas diri, berani mengambil peluang, serta menggunakan teknologi secara produktif untuk menciptakan solusi atas berbagai tantangan di lingkungan mereka.

(Arga Sumantri)