Messi Segera Jalani Laga Terakhir Bersama Argentina

Laga Argentina vs Bolivia, 15 Oktober 2024. (Marcelo Carroll/Clarin)

Messi Segera Jalani Laga Terakhir Bersama Argentina

Whisnu Mardiansyah • 5 October 2026 06:35

Jakarta: Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni memperkirakan perpisahan Lionel Messi dengan La Albiceleste di Estadio Monumental, Buenos Aires, bakal berlangsung penuh emosi. Laga melawan Benin akan menjadi pertandingan terakhir Messi bersama Argentina setelah perjalanan panjang yang telah mengukir sejumlah pencapaian penting.

“Itu akan menjadi hari yang tak terlupakan,” kata Scaloni seperti diwartakan BeIN SPORTS pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Melansir Antara, Messi dijadwalkan tampil untuk ke-208 kalinya bersama Argentina saat menghadapi Benin dalam pertandingan persahabatan pada Rabu, 7 Oktober 2026. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi penutup perjalanan kapten La Albiceleste di level internasional.

Messi memutuskan mengakhiri kiprahnya bersama tim nasional setelah Argentina kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut membuat laga di Estadio Monumental memiliki arti khusus bagi pemain yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sepak bola Argentina.

Scaloni melihat antusiasme besar dari publik Argentina untuk memberikan penghormatan kepada Messi. Menurut dia, sosok Messi selalu menghadirkan pengaruh besar dalam setiap pertandingan, baik bagi rekan setim maupun lawan dan para pendukung.

“Saya membayangkan bila ada lima Stadion Monumental, semuanya akan penuh,” ujar Scaloni.
 


Besarnya dukungan publik juga menggambarkan posisi Messi dalam sejarah Timnas Argentina. Pemain berusia 39 tahun itu akan mengakhiri karier internasionalnya sebagai pemain dengan catatan 208 penampilan, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak La Albiceleste dengan 125 gol.

Messi juga mengoleksi sejumlah catatan penting di Piala Dunia. Ia tercatat sebagai satu-satunya pemain yang pernah menjadi starter dalam tiga final Piala Dunia.

Selain itu, Messi memiliki kontribusi gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia dengan total 33 kontribusi, terdiri atas 21 gol dan 12 assist. Catatan tersebut melengkapi perjalanan panjangnya bersama Argentina yang mencapai puncak ketika membawa La Albiceleste menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.

Pertandingan kontra Benin menjadi penanda berakhirnya satu era bagi Argentina. Setelah Messi meninggalkan tim nasional, perhatian mulai tertuju kepada sejumlah pemain muda yang berpotensi menjadi bagian penting dari generasi berikutnya.

Nama Nico Paz dan Franco Mastantuono termasuk pemain muda yang mulai memperlihatkan performa menjanjikan dalam beberapa pertandingan terakhir. Kehadiran mereka menjadi bagian dari proses regenerasi Argentina setelah era panjang Messi.

Di tengah perubahan tersebut, Scaloni diperkirakan masih akan menangani Argentina hingga Copa America 2028. Masa baktinya juga berpeluang berlanjut hingga Piala Dunia 2030.

Gelandang Argentina Enzo Fernandez menilai keberlanjutan Scaloni memiliki arti penting dalam menjaga perkembangan tim. Ia menilai pelatih tersebut memiliki peran besar dalam membangun skuad Argentina yang saat ini menjadi bagian dari persaingan di level tertinggi.

“Dia yang membangun tim ini. Kami harus terus bersaing di level tertinggi,” kata Fernandez.

(Whisnu M)