KAI Daop 8 Catat 1,6 Juta Penumpang Padati Stasiun Malang Hingga September 2026

Stasiun Malang/KAI Daop 8 Surabaya

KAI Daop 8 Catat 1,6 Juta Penumpang Padati Stasiun Malang Hingga September 2026

Daviq Umar Al Faruq • 7 October 2026 21:33

Malang: Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel di wilayah Jawa Timur terus menunjukkan tren positif. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya mencatat lonjakan volume penumpang di Stasiun Malang yang mencapai ribuan orang setiap harinya sepanjang Januari hingga September 2026.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, total 1.668.821 pelanggan memanfaatkan layanan di stasiun utama Kota Bunga tersebut. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 3,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 yang mencatatkan 1.606.748 penumpang.

Dari total pergerakan tersebut, sebanyak 814.918 orang tercatat berangkat meninggalkan Malang. Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba dan memadati area kedatangan Stasiun Malang menyentuh angka 853.903 orang.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa capaian positif ini menjadi bukti nyata konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas operasional. Langkah tersebut dinilai berbanding lurus dengan kepuasan publik terhadap kepastian waktu tempuh dan faktor keselamatan moda massal.

"Pertumbuhan jumlah pelanggan di Stasiun Malang menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat yang terus kami jaga. Bagi KAI, peningkatan jumlah pelanggan bukan hanya tentang semakin banyak masyarakat yang menggunakan kereta api, tetapi juga tentang bagaimana kami memastikan setiap perjalanan berlangsung aman, nyaman, tepat waktu, dan memberikan pengalaman yang baik bagi pelanggan," ujar Mahendro, Rabu, 7 Oktober 2026.

Aspek keselamatan pun tetap ditempatkan sebagai fondasi paling krusial demi menunjang kenyamanan para pengguna jasa. Pihak operator secara rutin mengedukasi masyarakat untuk selalu mematuhi seluruh regulasi yang berlaku di area stasiun maupun di dalam gerbong.

"Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk selalu mengikuti aturan dan imbauan petugas, baik ketika berada di area stasiun maupun selama perjalanan. Dengan kolaborasi antara KAI dan pelanggan, perjalanan kereta api dapat berlangsung semakin aman dan nyaman," tambah Mahendro.

 Stasiun Malang/KAI Daop 8 Surabaya

Rincian data per sektor menunjukkan layanan kelas ekonomi masih memegang kendali sebagai armada paling diminati pengguna jasa. Tercatat sebanyak 984.229 pelanggan memanfaatkan fasilitas ini, dengan rincian 481.844 penumpang berangkat dan 502.385 penumpang turun.

Popularitas kelas ekonomi membuktikan bahwa keterjangkauan tarif masih menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih sarana transportasi umum. Di samping harga yang kompetitif, peningkatan fasilitas gerbong kelas ekonomi saat ini dinilai kian humanis dan efisien.

"Kelas ekonomi yang menjadi pilihan mayoritas pelanggan menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan moda transportasi yang tidak hanya nyaman, tetapi juga terjangkau dan dapat diandalkan. KAI terus berupaya menghadirkan layanan yang semakin baik, dengan tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama," jelas Mahendro.

Melalui catatan pertumbuhan ini, KAI Daop 8 Surabaya terus membenahi infrastruktur penunjang serta mengoptimalkan alur pelayanan di lapangan. Upaya perbaikan terintegrasi ini diharapkan mampu mendorong peralihan gaya hidup masyarakat menuju penggunaan transportasi publik yang ramah lingkungan.

"Setiap perjalanan pelanggan adalah kepercayaan yang harus kami jawab dengan pelayanan terbaik. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan, sehingga kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat dalam mendukung aktivitas dan mobilitas mereka," tutup Mahendro.

(Lukman Diah Sari)