Dion Cools: Indonesia-Malaysia Rival di Lapangan, Bukan Musuh

Kapten Timnas Malaysia Dion Cools. Dok FIFA

Dion Cools: Indonesia-Malaysia Rival di Lapangan, Bukan Musuh

Whisnu Mardiansyah • 29 September 2026 09:04

Jakarta: Rivalitas Indonesia dan Malaysia kembali mewarnai FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan kedua tim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, berlangsung dengan intensitas tinggi dan berakhir tanpa gol.

Di tengah persaingan ketat tersebut, kapten Malaysia Dion Cools menilai pertandingan tetap berlangsung dalam suasana saling menghormati. Bek Harimau Malaya itu mengaku menikmati duel melawan Indonesia meski tidak ada gol yang tercipta.

“Pertandingan yang sangat bagus dan saya pribadi sangat menikmatinya. Tentu saja tensinya tinggi, tetapi saya pikir kedua tim sudah memberikan yang terbaik. Menurut saya para suporter bisa menikmati laga yang menarik dari kedua belah pihak, dan ada rasa saling menghormati yang sangat besar dari kedua tim di lapangan,” ungkap Cools kepada FIFA.

Cools menyampaikan pandangan tersebut setelah Malaysia bermain imbang 0-0 dengan Indonesia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Senin, 28 September 2026.

Salah satu momen penting dalam pertandingan terjadi ketika Indonesia harus bermain dengan 10 pemain setelah Thom Haye menerima kartu merah. Situasi itu membuat Malaysia memiliki keunggulan jumlah pemain untuk mencari gol.
 


Namun, Cools menilai kondisi tersebut tidak otomatis membuat Malaysia lebih mudah membongkar pertahanan Indonesia. Menurutnya, tim yang kehilangan satu pemain justru dapat mengubah pola permainan dengan memperkuat pertahanan dan mencari peluang melalui pendekatan berbeda.

“Dalam sepak bola, situasi seperti itu tentu mengubah dinamika permainan. Namun di saat yang sama, terkadang situasinya justru menjadi lebih sulit karena kamu tahu lawan akan bertahan lebih dalam dan mencoba memberi ancaman dari situasi lain,” kata Cools.

Malaysia akhirnya gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak gol. Cools pun memberikan apresiasi terhadap pertahanan Indonesia yang mampu mempertahankan skor hingga pertandingan berakhir.

“Saya harus memberikan respek kepada Indonesia karena mereka bertahan dengan sangat baik. Sayangnya kami tidak bisa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain tersebut, tetapi saya pikir kami sudah memainkan pertandingan yang sangat bagus dan kami patut bangga dengan performa kami,” lanjut pemain berusia 30 tahun itu.

Malaysia datang dengan target meraih kemenangan. Namun, Cools mengakui duel melawan Indonesia berjalan sulit. Setelah melihat peluang yang tercipta sepanjang pertandingan, ia menilai hasil imbang tetap memiliki nilai bagi timnya.


Wasit asal Korea Selatan Ko Hyung-jin (kiri) memberikan kartu merah kepada pesepak bola Timnas Indonesia Thom Haye (kanan) saat melawan Timnas Malaysia pada pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU.


“Tentu saja sebelum laga kami ingin memenangkan pertandingan. Namun, kami tahu ini akan menjadi laga yang sangat sulit. Jika sebelum pertandingan ditawarkan hasil imbang dengan semua peluang yang kami ciptakan, mungkin kami akan sangat senang,” ujarnya.

Meski gagal mendapatkan tiga poin, Cools menegaskan ambisi Malaysia tidak berubah. Ia ingin timnya tetap menjaga keinginan untuk memenangkan setiap pertandingan.

“Tapi tentu saja kami harus tetap ambisius dan selalu ingin memenangkan setiap pertandingan yang kami jalani.”

Cools juga melihat rivalitas Indonesia dan Malaysia dari perspektif berbeda. Menurutnya, persaingan kedua negara di lapangan tidak harus berkembang menjadi permusuhan di luar pertandingan.

Ia mengaku memiliki hubungan baik dengan sejumlah pemain Indonesia. Cools bahkan turut mendukung perkembangan para pemain Indonesia yang menjalani karier di Eropa.

“Tentu saja ini adalah sebuah derbi, tetapi di saat yang sama kami saling menghormati satu sama lain. Sangat menyenangkan melihat mereka menjalani karier yang bagus di Eropa. Saya selalu mendukung mereka untuk sukses karena itu bagus untuk perkembangan sepak bola Asia Tenggara,” tutur sang penggawa Cerezo Osaka.

“Kami memang rival di lapangan, tapi itu bukan berarti kami harus bermusuhan. Saya mendoakan yang terbaik untuk mereka dan senang rasanya bisa bertemu mereka lagi.”

Salah satu pemain Indonesia yang memiliki kedekatan dengan Cools ialah Kevin Diks. Keduanya sudah saling mengenal sejak Cools menjalani karier di Denmark, jauh sebelum berhadapan sebagai pemain Malaysia dan Indonesia.

“Saya lumayan mengenali Kevin sejak masa-masa saya bermain di Denmark. Tentu kami punya rasa saling menghormati satu sama lain. Dia pribadi yang sangat baik,” kata Cools.

(Whisnu M)