Mantan Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri berjalan saat sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2025). ANTARA FOTO/Fauzan/bar/am.
Indra Sjafri Sebut Sistem Permainan Indonesia Perlu Perbaikan
Achmad Zulfikar Fazli • 29 September 2026 16:25
Jakarta: Mantan pelatih timnas Indonesia kelompok umur, Indra Sjafri, memuji mental pemain saat bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, sistem permainan timnas Indonesia masih perlu banyak perbaikan.
"Nilai saya, 7,5 untuk mental, 6 untuk sistem. Untuk sistem saya beri enam. Kenapa? Karena kita lebih banyak bertahan dan menumpuk pemain di belakang. Itu memang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti ini, tetapi masih ada yang harus kita perbaiki," ujar Indra dalam keterangan resmi PSSI, dilansir dari Antara, Selasa, 29 September 2026.
Dalam laga yang dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 28 September 2026, Indonesia bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye mendapatkan kartu merah. Situasi ini membuat Indonesia lebih banyak bertahan dalam menghadapi tekanan Malaysia hingga pertandingan berakhir tanpa kebobolan.
Maarten Paes menjadi salah satu pemain penting yang berkali-kali menggagalkan peluang lawan. Sementara itu, Justin Hubner melakukan clearance di garis gawang pada fase akhir pertandingan.
"Kalau dengan 10 pemain sejak menit 37 sampai 90 lebih, kita tidak kebobolan, itu luar biasa. Itu menunjukkan mental dan perjuangan yang sangat kuat," kata Indra.
Laga kedua Grup A itu berlangsung ketat. Malaysia beberapa kali mendapatkan peluang, tetapi Paes mampu melakukan penyelamatan penting.
Di sisi lain, Indonesia sempat mengancam melalui Dean James dan Kevin Diks, sedangkan peluang Malaysia pada penghujung laga kembali digagalkan pertahanan Garuda.
.jpg)
Laga Indonesia vs Malaysia, 28 September 2026. (Instagram/@malaysia_nt)
Indra menilai pola bertahan rapat tersebut memang efektif untuk menyelamatkan hasil pertandingan dalam situasi darurat. Namun, dia berharap pengalaman melawan Malaysia dapat menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan pemain untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
"Yang paling penting, saya memberikan apresiasi kepada pemain. Mereka berjuang, disiplin dan tidak menyerah. Itu harus kita hargai. Setelah itu baru kita evaluasi. Bagaimana kalau menghadapi lawan dengan kualitas yang berbeda? Bagaimana ketika kita kehilangan satu pemain? Bagaimana tim tetap bisa keluar dari tekanan dan melakukan pressing? Itu yang harus terus dikembangkan," ujar Indra.
Evaluasi tersebut juga menjadi penting karena Indonesia masih harus menjalani pertandingan terakhir Grup A menghadapi Bangladesh pada Kamis, 1 Oktober 2026. Hasil imbang melawan Malaysia membuat kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan, dengan tim berjuluk Harimau Malaya itu menghuni peringkat pertama.
"Jadi saya puji perjuangannya. Mental pemain luar biasa. Tetapi jangan berhenti di situ. Kita harus belajar dari pertandingan ini supaya sistem kita semakin matang," ucap Indra.