Biaya Pengobatan Makin Tinggi, Masyarakat Diminta Lakukan Perencanaan Kesehatan

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. Dok. Istimewa

Biaya Pengobatan Makin Tinggi, Masyarakat Diminta Lakukan Perencanaan Kesehatan

Achmad Zulfikar Fazli • 2 October 2026 20:28

Jakarta: Masyarakat dinilai perlu mulai melakukan perencanaan kesehatan di tengah tingginya biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 26,6 persen masyarakat Indonesia menghadapi tantangan dalam membiayai layanan kesehatan di 2025.

Pengeluaran kesehatan yang dibayar langsung masyarakat (out-of-pocket) diperkirakan mencapai sekitar Rp175 triliun, bahkan membuat sekitar 12,8 juta penduduk berisiko jatuh miskin akibat beban biaya kesehatan.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini melalui pola hidup sehat, pemeriksaan berkala, dan deteksi dini. Namun, masyarakat perlu menyiapkan perlindungan finansial agar tetap siap ketika perawatan dibutuhkan.

“Di tengah tingginya biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit di Indonesia, memilih produk asuransi kesehatan dari perusahaan yang mampu memberikan perlindungan kesehatan sekaligus mendampingi nasabah dalam tiap tahapan, menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan keluarga agar tidak perlu mengorbankan tabungan maupun tujuan keuangan jangka panjang ketika menghadapi kondisi medis yang tidak terduga,” ujar Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth dalam keterangannya, Jumat, 2 Oktober 2026.

Yosie mengatakan kebutuhan kesehatan setiap orang terus berubah seiring bertambahnya usia, gaya hidup, dan kondisi keluarga. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan perlindungan yang tidak hanya hadir ketika risiko terjadi, namun juga membantu mereka dalam mencegah terjadinya risiko sekaligus menjaga kesehatan di setiap tahapan kehidupan.

Sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif, pihaknya konsisten menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan melalui berbagai kegiatan perusahaan. Pada Januari-Agustus 2026, sebanyak 4.570 nasabah, tenaga pemasar dan karyawan mengikuti free mini medical check-up melalui kolaborasi dengan jaringan PRUPriority Hospitals.

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. Dok Istimewa


Sejak 2023, Prudential Indonesia juga mengajak lebih dari 60 ribu masyarakat untuk berolahraga bersama sebagai upaya untuk menjalani gaya hidup sehat. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong pemeriksaan kesehatan secara berkala, meningkatkan kesadaran terhadap faktor risiko, serta membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan lebih dini.

Manfaat perlindungan kesehatan secara menyeluruh juga dirasakan Doni Kurniawan, Nasabah Prudential Indonesia sejak 2016. Dia telah memanfaatkan fasilitas Mini MCU saat menghadiri Customer Day.

Dia juga pertama kali mengajukan klaim pada akhir 2025 saat harus menjalani operasi. Dia mendapatkan diagnosa dokter pada Sabtu dan langsung menjalani tindakan pada Senin.

“Biaya operasi sekitar Rp35 juta hingga pasca-operasi seluruhnya ditanggung oleh Prudential. Prosesnya sangat lancar dan memudahkan,” ujar Doni.

(Achmad Zulfikar Fazli)