Hujan Deras Guyur Sampit, Kabut Asap Karhutla Berangsur Menghilang

Hujan mengguyur Kota Sampit Kalimantan Tengah. Metro TV

Hujan Deras Guyur Sampit, Kabut Asap Karhutla Berangsur Menghilang

Akhmaddiannor • 28 October 2026 08:58

Sampit: Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pada Rabu pagi, 28 Oktober 2026. Hujan yang turun sekitar pukul 06.00-07.00 WIB itu membawa kelegaan bagi warga setelah sejumlah kawasan di kota tersebut diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebelum hujan turun, asap karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sampit sejak malam hingga pagi hari. Kondisi tersebut mengganggu kenyamanan warga yang mulai beraktivitas. Cuaca kemudian berubah mendung sebelum hujan deras disertai angin kencang membasahi kawasan perkotaan.

Guyuran hujan membuat kabut asap yang sebelumnya menyelimuti Sampit berangsur menghilang. Meski demikian, bau menyengat dari sisa kebakaran masih tercium di sejumlah lokasi.

Salah seorang warga, Elem, mengaku bersyukur atas hujan yang turun karena asap karhutla mulai berkurang sehingga warga dapat kembali menghirup udara yang lebih segar.

“Sangat bersyukur dengan turunnya hujan, asap kebakaran lahan bisa hilang dan bisa menghirup udara segar kembali,” kata Elem, Rabu, 28 Oktober 2026.
 


Sementara itu, hujan yang mengguyur Sampit belum memastikan seluruh titik kebakaran telah padam. Petugas masih perlu mengantisipasi kemungkinan munculnya asap dari area yang masih menyimpan bara, terutama di lahan gambut.

Koordinator Pos Komando Pengendalian Operasi (Posdalop) Karhutla Kotim, Rihel, menyebut penanganan karhutla di wilayah tersebut telah mencatat 1.623 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terbakar mencapai 2.245 hektare.


Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Metro TV/ Akhmaddiannor)

 

“Selama karhutla, kejadian kebakaran yang ditangani sebanyak 1.623 dengan luasan yang terbakar seluas 2.245 hektar. Hari ini ada hujan dan ada beberapa wilayah yang masih ditangani. Bukan hanya api tapi juga asap yang muncul dan dilakukan pemadaman. dan pendinginan,” kata Rihel.

Rihel berharap hujan yang turun dapat membantu mengakhiri karhutla di Kotim. Meski demikian, tim satuan tugas (satgas) tetap bersiaga dan melanjutkan penanganan di sejumlah wilayah yang masih terdampak kebakaran maupun asap.

(Whisnu M)