BGN Kembalikan Rp44 Triliun ke Kas Negara

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Foto: tangkapan layar.

BGN Kembalikan Rp44 Triliun ke Kas Negara

Gabriella Thesa Widiari • 29 October 2026 10:29

Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen menggunakan anggaran negara, khususnya untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan bijak. Kepala BGN Sudaryono mengatakan sudah ada puluhan triliun rupiah yang dikembalikan ke kas negara. 

“Jadi total yang kita efisiensi dari uang rakyat adalah dalam waktu 100 hari ini kami telah mengefisiensi uang rakyat totalnya adalah Rp44 triliun,” ujar Sudaryono dalam tayangan Metro TV, Kamis, 29 Oktober 2026.

Sudaryono menjelaskan angka tersebut diperoleh dari serangkaian penyisiran anggaran. Dari alokasi awal sebesar Rp268 triliun, BGN menilai kebutuhan lembaganya cukup sebesar Rp229 triliun, sehingga ada selisih Rp38 triliun yang dikembalikan langsung ke kas negara sejak awal dilantik.

Selain itu, efisiensi juga didapat dari pembenahan tata kelola biaya operasional dan insentif dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). BGN menghapus sistem pembayaran flat Rp6 juta per dapur dan mengembalikannya ke skema proporsional Rp2.000 per porsi, serta membatasi operasional dapur maksimal Rp3.000 per porsi.

“Sehingga kalau diterus-teruskan, APBN habis untuk operasional bukan untuk nasi, bukan untuk menunya. Ini unacceptable, harus dihentikan,” tegas Sudaryono.


Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis. Foto: dok. Humas BGN. 

Sudaryono menambahkan BGN turut menertibkan saldo virtual account dapur yang belum beroperasi senilai hampir Rp500 miliar, serta mengembalikan tambahan dana Rp160 miliar sebagai tindak lanjut temuan BPK dan BPKP.

“Setiap rupiah ini adalah uang rakyat yang harus dengan betul-betul bisa dipertanggungjawabkan,” kata Sudaryono.

(Gabriella Thesa Widiari)