Yaman Klaim Lancarkan 875 Operasi terhadap Houthi, Rusak 50 Peralatan Militer

Militer Yaman mengklaim melancarkan 875 operasi terhadap Houthi dalam hitungan jam. (Anadolu Agency)

Yaman Klaim Lancarkan 875 Operasi terhadap Houthi, Rusak 50 Peralatan Militer

Willy Haryono • 8 November 2026 11:05

Sanaa: Pasukan pemerintah Yaman mengklaim telah melancarkan 875 operasi militer terhadap kelompok pemberontak Houthi dalam beberapa jam terakhir.

Mengutip dari Anadolu, Minggu, 8 November 2026, operasi tersebut diklaim menewaskan atau melumpuhkan 130 petempur serta komandan kelompok tersebut.

Juru bicara militer Yaman, Majed al-Nazili, mengatakan dalam pernyataan melalui platform media sosial X bahwa operasi itu menargetkan posisi, pasukan bantuan, dan peralatan militer Houthi sebagai bagian dari Operasi Dawn of Yemen.

Menurut al-Nazili, operasi tersebut didukung pesawat tempur, pesawat nirawak, dan artileri. Serangan itu diklaim menghancurkan atau merusak 50 kendaraan dan peralatan militer, termasuk peluncur rudal.

Di Provinsi Taiz, Yaman barat daya, pasukan pemerintah bersama kelompok perlawanan rakyat yang menjadi sekutunya terus memukul mundur serangan Houthi serta menargetkan posisi dan pergerakan kelompok tersebut.

Unit militer lainnya menyerang posisi dan pasukan bantuan Houthi di Provinsi Marib dan Al-Jawf. Militer juga melaporkan operasi berkelanjutan oleh pasukan yang bersekutu dengan pemerintah di front selatan dan barat.

Militer Yaman mengatakan pasukannya mengambil langkah-langkah pencegahan untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil. Hingga saat ini, kelompok Houthi belum memberikan komentar mengenai pernyataan militer Yaman tersebut.

Yaman dilanda konflik sejak 2014, ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah lainnya.

Koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Intervensi tersebut memicu pertempuran selama bertahun-tahun dan krisis kemanusiaan yang parah.

Eskalasi baru antara pasukan pemerintah dan Houthi dimulai pada Juli setelah gencatan senjata yang berlaku sejak 2022 runtuh.

Baca juga: Jurnalis Foto Tewas saat Liput Pertempuran Pasukan Yaman dan Houthi di Marib

(Willy Haryono)