PM Australia Tolak Pulangkan Perempuan dan Anak Terkait ISIS dari Suriah

PM Australia Anthony Albanese. (EPA-EFE)

PM Australia Tolak Pulangkan Perempuan dan Anak Terkait ISIS dari Suriah

Willy Haryono • 17 February 2026 10:38

Canberra: Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan negaranya tidak akan menerima kembali perempuan dan anak-anak yang memiliki dugaan keterkaitan dengan kelompok Islamic State (ISIS) dari kamp pengungsian di Suriah.

Sebanyak 34 perempuan dan anak dari 11 keluarga sebelumnya dijadwalkan dipindahkan dari Al Roj camp ke Damaskus sebelum diterbangkan ke Australia pada Senin kemarin. Namun, otoritas Suriah mengembalikan mereka ke kamp dengan alasan prosedur keberangkatan belum lengkap.

Menanggapi upaya repatriasi tersebut, PM Albanese mengatakan pemerintah Australia tidak akan memberikan bantuan. “Kami tidak akan memulangkan mereka,” ujarnya kepada ABC News.

“Ini adalah orang-orang yang pergi ke luar negeri untuk mendukung ISIS," sambungnya, dikutip dari Sky News, Selasa, 17 Februari 2026.

Kamp Al Roj menampung sekitar 2.200 orang dari hampir 50 negara, sebagian besar perempuan dan anak-anak yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok ekstremis tersebut. Kamp ini dikelola oleh Syrian Democratic Forces (SDF) dan dijaga ketat, meski sebagian besar penghuninya tidak secara resmi didakwa melakukan kejahatan.

Direktur kamp, Hakmiyeh Ibrahim, mengatakan rencana pemulangan tersebut diinisiasi oleh keluarga para penghuni, bukan pemerintah Australia. Ia juga menyebut sejumlah keluarga dari negara lain, termasuk Jerman, Inggris, dan Prancis, telah direpatriasi pada tahun lalu.

Albanese menegaskan bahwa siapa pun yang kembali ke Australia akan menghadapi konsekuensi hukum jika terbukti melanggar hukum. “Jika ada pelanggaran hukum, maka mereka akan menghadapi sepenuhnya hukum Australia,” katanya.

Nasib penghuni kamp Al Roj dan kamp serupa seperti Al Hol telah menjadi perdebatan internasional selama bertahun-tahun, dengan kelompok hak asasi manusia menyoroti kondisi kehidupan yang buruk, sementara banyak negara masih enggan memulangkan warganya.

Baca juga:  PM Australia Sebut Pelaku Penembakan Pantai Bondi Didorong Ideologi ISIS

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)