IPI dan AirNav Indonesia Perkuat Efisiensi Bahan Bakar Penerbangan Lewat NAFEF 2026

Dok: istimewa

IPI dan AirNav Indonesia Perkuat Efisiensi Bahan Bakar Penerbangan Lewat NAFEF 2026

Putri Purnama Sari • 16 July 2026 13:21

Jakarta: Ikatan Pilot Indonesia (IPI) bersama AirNav Indonesia menggelar National Aviation Fuel Efficiency Forum (NAFEF) 2026 sebagai upaya memperkuat efisiensi bahan bakar di sektor penerbangan nasional.

Forum yang berlangsung di Tangerang pada Rabu, 15 Juli 2026 ini mempertemukan regulator, maskapai, produsen pesawat, akademisi, hingga pelaku industri aviasi untuk merumuskan strategi penghematan bahan bakar sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan, Pertamina Aviation, Boeing, Airbus, maskapai penerbangan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan di industri penerbangan.

NAFEF 2026 Hasilkan Rekomendasi Efisiensi Bahan Bakar

Forum menghasilkan Joint Policy Recommendation yang menegaskan bahwa efisiensi bahan bakar bukan hanya menjadi tanggung jawab maskapai atau pilot, melainkan seluruh ekosistem penerbangan.

Rekomendasi tersebut mencakup peran regulator dalam menghadirkan kebijakan yang adaptif, penyedia layanan navigasi yang mengoptimalkan ruang udara, penyedia energi aviasi yang mendukung transisi energi, produsen pesawat yang menghadirkan inovasi teknologi, hingga operator penerbangan dan pilot yang menerapkan praktik operasional paling efisien.

Ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI), Capt. Muammar Reza Nugraha, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan sistem penerbangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

"Penerbangan yang efisien tidak dibangun oleh satu institusi, tetapi oleh kolaborasi seluruh ekosistem. NAFEF 2026 menunjukkan bahwa ketika regulator, penyedia layanan navigasi penerbangan, operator, penyedia energi aviasi, manufaktur pesawat, dan pilot bergerak dalam satu arah, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mewujudkan sistem penerbangan yang lebih efisien, aman, berdaya saing, dan berkelanjutan," ujar Muammar melalui siaran pers, Kamis, 16 Juli 2026.

IPI Susun Panduan Praktik Terbaik Efisiensi Bahan Bakar


Dok: Istimewa

Sebagai tindak lanjut forum, Ikatan Pilot Indonesia berkomitmen menyusun Dokumentasi Resmi Pilot Best Practices Fuel Efficiency. Dokumen tersebut akan menghimpun berbagai praktik terbaik efisiensi bahan bakar yang telah diterapkan pilot, lengkap dengan estimasi potensi penghematan dari setiap teknik operasional.

Dokumen itu diharapkan menjadi referensi pelatihan bagi maskapai nasional sekaligus menjadi kontribusi Indonesia bagi organisasi penerbangan internasional seperti IATA, ICAO, dan IFALPA dalam pengembangan standar efisiensi penerbangan global.

AirNav Perluas Implementasi CDO dan CCO

Sebagai tuan rumah forum, AirNav Indonesia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efisiensi operasional penerbangan melalui berbagai langkah strategis.

Di antaranya memperluas implementasi Continuous Descent Operation (CDO) dan Continuous Climb Operation (CCO), meningkatkan pemberian direct routing, mengurangi waktu holding, serta mengoptimalkan efisiensi pergerakan pesawat saat berada di darat (taxi efficiency).

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menekan konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi karbon, sekaligus tetap menjaga standar keselamatan penerbangan.

Pertamina Aviation Dukung Pengembangan SAF

Dalam forum tersebut, Pertamina Aviation juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai bagian dari upaya mempercepat dekarbonisasi sektor penerbangan.

Pengembangan SAF dinilai penting untuk mendukung target Net Zero Emission Indonesia, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di sektor transportasi udara.

Sementara itu, DKUPPU Kementerian Perhubungan menyatakan akan terus memperkuat regulasi yang mendukung efisiensi operasional penerbangan, termasuk implementasi Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) serta peningkatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Forum juga menghadirkan Boeing dan Airbus sebagai narasumber yang berbagi perkembangan teknologi, inovasi operasional, serta praktik terbaik efisiensi bahan bakar yang telah diterapkan di berbagai negara.

Melalui kolaborasi tersebut, seluruh pemangku kepentingan berharap industri penerbangan Indonesia dapat menghadirkan layanan yang lebih efisien, aman, andal, dan ramah lingkungan.

Selain meningkatkan daya saing industri nasional, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat konektivitas udara, mendukung ketahanan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

(Putri Purnama Sari)