Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pertemuan. Foto: Metrotvnews.com
Calonkan jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB, RI Andalkan Rekam Jejak Perdamaian
Muhammad Reyhansyah • 17 September 2026 17:14
Jakarta: Indonesia akan menggelar resepsi diplomatik di New York, Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari kampanye pencalonan anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2029–2030.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang mengatakan, dalam pencalonan tersebut Indonesia membawa sejumlah modal, termasuk rekam jejak dalam misi pemeliharaan perdamaian (peacekeeping), pembangunan perdamaian (peacebuilding), serta kerja sama multilateral.
“Indonesia membawa rekam jejak kita dalam peacekeeping, peacebuilding, dan kerja sama multilateral,” kata Yvonne.
Menurut Yvonne, pengalaman tersebut menjadi bagian dari nilai yang ditawarkan Indonesia dalam upaya memperoleh dukungan untuk pencalonan sebagai anggota tidak tetap DK PBB.
Indonesia juga ingin memperkuat perannya sebagai negara yang dapat menjembatani perbedaan kepentingan di antara negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB.
Yvonne mengatakan Indonesia ingin membangun titik temu, menjaga dialog, serta mendorong tercapainya solusi praktis terhadap berbagai persoalan yang dibahas di DK PBB.
Selain itu, Indonesia berkomitmen membawa perspektif negara-negara Global South apabila terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB periode 2029–2030.
“Indonesia ingin memastikan suara dan prioritas negara-negara berkembang juga terdengar,” ujar Yvonne.
Ia menambahkan, Indonesia menginginkan DK PBB yang mampu menghasilkan keputusan efektif dan responsif, serta menjalankan komitmen secara nyata.
Komitmen tersebut mencakup dukungan terhadap pemeliharaan perdamaian, diplomasi preventif, pencegahan konflik, hingga perlindungan warga sipil.
Yvonne menegaskan, pencalonan Indonesia tidak semata-mata ditujukan untuk menduduki kursi di DK PBB. Indonesia ingin memberikan kontribusi nyata apabila nantinya terpilih.
Resepsi diplomatik di New York akan menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkenalkan pencalonan tersebut kepada para mitra dan negara anggota PBB.
Adapun Indonesia sebelumnya telah empat kali terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB, yakni untuk periode 1973–1974, 1995–1996, 2007–2008, dan 2019–2020. Indonesia juga pernah memegang presidensi DK PBB pada Agustus 2020.