Paus Leo XIV Desak Eropa dan AS Utamakan Pendekatan Humanis terhadap Migran

Paus Leo XIV mengunjungi Pulau Lampedusa di Mediterania pada Sabtu, 4 Juli 2026. (Anadolu Agency)

Paus Leo XIV Desak Eropa dan AS Utamakan Pendekatan Humanis terhadap Migran

Willy Haryono • 4 July 2026 21:29

Lampedusa: Paus Leo XIV mengunjungi Pulau Lampedusa di Italia pada Sabtu, 4 Juli 2026, untuk menyerukan pendekatan yang lebih manusiawi terhadap isu migrasi.

Dalam kunjungan tersebut, ia meminta para pemimpin Eropa dan Amerika Serikat mengedepankan solidaritas dibanding kebijakan penangkalan terhadap para migran.

Paus pertama kelahiran Amerika Serikat itu sengaja memilih mengunjungi Lampedusa, salah satu pintu masuk utama migran ke Eropa, bertepatan dengan peringatan 250 tahun Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

Menurut Leo XIV, para migran harus dipandang sebagai manusia yang membutuhkan perlindungan, bukan semata-mata sebagai tantangan keamanan.

"Dari sudut Eropa yang terpencil di Laut Mediterania ini, kita dapat melihat dengan lebih jelas besarnya tantangan yang ditimbulkan fenomena migrasi bagi masyarakat Eropa," ujarnya kepada warga dan para peziarah yang berkumpul di pulau tersebut.

Dikutip dari media Anadolu Agency, kunjungan itu berlangsung kurang dari dua pekan setelah Uni Eropa menyetujui aturan migrasi baru yang memperluas kewenangan penahanan migran serta membuka peluang pembentukan pusat deportasi di luar wilayah blok tersebut.

Leo XIV mengatakan Eropa mampu menangani persoalan migrasi melalui kebijakan yang "menerima, melindungi, mendukung, dan mengintegrasikan para migran", sekaligus membantu negara-negara asal agar masyarakat tidak terpaksa meninggalkan tanah air mereka.

Kunjungan tersebut juga mengingatkan pada lawatan pertama mendiang Paus Fransiskus di luar Roma pada 2013, ketika ia memilih Lampedusa untuk menyoroti tragedi para migran yang menyeberangi Laut Mediterania.

Selama berada di pulau itu, Leo XIV berdoa di makam para migran yang meninggal saat mencoba menyeberang dari Afrika Utara menuju Eropa. Ia juga mengunjungi monumen Gateway to Europe dan bertemu dengan sebuah keluarga migran.

Dalam misa terbuka, Paus membandingkan penderitaan para migran dengan kisah orang Samaria yang baik hati dalam Injil.

"Di sini, Anda tidak hanya melihat satu, tetapi ribuan manusia yang dirampok, diperlakukan dengan kejam, lalu ditinggalkan dalam keadaan hampir mati," ujarnya.

Ia juga memberikan penghormatan kepada para migran yang meninggal di laut dan mengatakan kehadiran mereka menjadi panggilan bagi hati nurani masyarakat Eropa.

Lampedusa yang berjarak sekitar 145 kilometer dari Tunisia telah lama menjadi pusat perdebatan mengenai migrasi di Eropa. Menurut data Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR), lebih dari 14.000 migran tiba di Italia pada paruh pertama tahun ini, dengan hampir 60 persen di antaranya mendarat di Lampedusa. Sebagian besar memulai perjalanan dari Libya.

Leo XIV turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Lampedusa yang selama ini menerima para migran dan mendukung operasi penyelamatan di laut.

Ia menyebut sikap tersebut sebagai "keajaiban belas kasih" di tengah meningkatnya kebijakan pengendalian perbatasan dan deportasi di berbagai negara Eropa maupun Amerika Serikat.

Baca juga:  Trump Tunjuk Lance Schroyer sebagai Direktur ICE, Fokus Percepat Deportasi Imigran

(Willy Haryono)