Bank Mandiri Taspen Siapkan Ekosistem Lansia, Ajak Masyarakat Rencanakan Pensiun di Usia 40 Tahun

Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan (kiri) didampingi Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Noer Fajrieansyah saat berbincang dengan awak media di Bali. Foto: Metrotvnews.com/Misbahol Munir)

Bank Mandiri Taspen Siapkan Ekosistem Lansia, Ajak Masyarakat Rencanakan Pensiun di Usia 40 Tahun

Misbahol Munir • 4 July 2026 13:58

Bali: PT Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi meningkatnya populasi lanjut usia (lansia) di Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar 70 juta orang pada 2045. Perseroan meyakini perubahan struktur demografi tersebut akan mengubah kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan sehingga industri perbankan harus mulai beradaptasi sejak sekarang.

Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan mengatakan fenomena penuaan penduduk merupakan tantangan sekaligus peluang yang tidak bisa dihindari. Karena itu, Bank Mandiri Taspen mulai membangun ekosistem layanan yang lebih lengkap bagi para pensiunan maupun calon pensiunan.

"Siap tidak siap, industri perbankan akan menghadapi kondisi itu. Karena itu, kami mulai menyiapkan ekosistem dan produk yang sesuai dengan kebutuhan para senior citizen," ujar Panji didampingi Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Noer Fajrieansyah saat berbincang dengan awak media di Bali, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurut Panji, kebutuhan masyarakat lanjut usia pada masa depan tidak lagi terbatas pada layanan transaksi perbankan. Lansia juga membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan, pembiayaan, asuransi, hunian khusus, hingga layanan perawatan bagi penyandang demensia.

Karena itu, Bank Mandiri Taspen menggandeng rumah sakit, perusahaan asuransi kesehatan, biro perjalanan, serta berbagai mitra lainnya untuk membangun ekosistem yang terintegrasi.

"Sebagai bank, kami ingin menjadi bagian dari ekosistem tersebut, baik dari sisi pembiayaan maupun sistem pembayaran," katanya.

Perseroan juga memperluas layanan digital agar para pensiunan tidak selalu harus datang ke kantor cabang. Melalui aplikasi Movin, berbagai kebutuhan transaksi hingga proses autentikasi penerima manfaat pensiun kini dapat dilakukan secara digital.

Selain digitalisasi layanan, Bank Mandiri Taspen tengah menyiapkan sejumlah produk baru yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia. Salah satunya adalah pengembangan skema reverse mortgage, yakni fasilitas pembiayaan dengan agunan rumah yang memungkinkan pemilik aset memperoleh dana tanpa harus menjual properti yang dimilikinya.

Menurut Panji, skema tersebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak memiliki dana pensiun memadai, tetapi mempunyai aset berupa rumah.

"Kalau seseorang tidak memiliki dana pensiun atau aset keuangan lainnya, minimal memiliki rumah. Rumah itu nantinya bisa dimanfaatkan melalui skema reverse mortgage untuk membiayai kebutuhan hidup di usia tua," ujarnya.

Dalam skema tersebut, pemilik rumah memperoleh dana dari bank, sedangkan penyelesaian kewajiban dilakukan kemudian oleh ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku.
 

Baca juga: Perkuat Silver Economy, Lansia Dinilai Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru
 

Perluas ekosistem pensiunan


Saat ini Bank Mandiri Taspen melayani sekitar satu juta nasabah. Sebanyak 670 ribu di antaranya merupakan penerima manfaat pensiun, sedangkan sekitar 330 ribu lainnya berasal dari ekosistem pensiunan.

Panji mengatakan strategi perseroan tidak lagi hanya berfokus pada pensiunan aparatur sipil negara (ASN) maupun purnawirawan TNI dan Polri, tetapi juga mencakup keluarga, komunitas, hingga dana pensiun perusahaan yang bekerja sama dengan Bank Mandiri Taspen.

"Ekosistem yang kami bidik bukan hanya pensiunannya, tetapi juga anak-anaknya, keluarganya, komunitasnya, hingga dana pensiun perusahaan yang bekerja sama dengan Bank Mandiri Taspen," jelas Panji.

Masyarakat umum juga dapat menjadi nasabah dengan membuka rekening di Bank Mandiri Taspen. Sementara layanan pembiayaan pensiun diberikan kepada peserta dana pensiun yang telah bekerja sama dengan perseroan.

Bank Mandiri Taspen juga menyediakan pembiayaan untuk berbagai kebutuhan pensiunan, mulai dari layanan kesehatan, perjalanan ibadah maupun wisata, hingga kebutuhan lain yang mendukung kualitas hidup pada masa pensiun.

Di sisi lain, perseroan aktif membina komunitas pensiunan melalui berbagai kegiatan rutin di kantor cabang. Setiap pekan diselenggarakan senam bersama, pelatihan kewirausahaan, hingga pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat pada periode pembayaran pensiun.

Seluruh kantor cabang Bank Mandiri Taspen juga dirancang lebih ramah lansia dengan berbagai fasilitas yang memudahkan pengguna kursi roda maupun alat bantu jalan.


(Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan, kiri, didampingi Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Noer Fajrieansyah saat berbincang dengan awak media di Bali. Foto: Metrotvnews.com/Misbahol Munir)
 

Dorong persiapan pensiun sejak usia 40 tahun


Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia, Bank Mandiri Taspen mendorong masyarakat mulai mempersiapkan dana pensiun sejak usia 40 tahun melalui program Life Begins at 40.

Panji menjelaskan secara ideal perencanaan pensiun dimulai sejak seseorang memperoleh penghasilan pertama. Namun, ia memahami pada usia produktif masyarakat masih harus memenuhi berbagai kebutuhan seperti membeli rumah, menikah, dan membiayai keluarga.

Karena itu, usia 40 tahun dinilai masih menjadi momentum yang tepat untuk mulai fokus membangun dana pensiun.

"Pada usia 40 tahun hingga masa pensiun masih tersedia waktu sekitar 18 hingga 20 tahun untuk mempersiapkan kondisi keuangan," katanya.

Ia menyarankan masyarakat mulai membangun aset, melakukan investasi secara bertahap, serta memanfaatkan perkembangan ekonomi digital agar tetap produktif setelah pensiun.

Instrumen investasi seperti Surat Utang Negara (SUN), obligasi, reksa dana, hingga emas dinilai dapat menjadi pilihan untuk membangun dana pensiun sesuai profil risiko masing-masing.

Selain investasi, masyarakat juga didorong memanfaatkan berbagai platform digital dan marketplace untuk menjalankan usaha setelah pensiun sehingga tetap memiliki aktivitas produktif sekaligus tambahan penghasilan.

"Kalau memiliki hobi atau minat berdagang, sekarang bisa memanfaatkan toko digital dan marketplace sehingga tetap memiliki aktivitas dan tambahan penghasilan setelah pensiun," ujar Panji.

Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan kesehatan menjelang usia lanjut melalui kepesertaan BPJS Kesehatan sebagai bagian dari persiapan memasuki masa pensiun.
 

Perkuat pendanaan


Di sisi bisnis, Bank Mandiri Taspen juga terus memperkuat struktur pendanaan dengan meningkatkan penghimpunan dana murah melalui tabungan dan giro.

Strategi tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan layanan digital seperti QRIS, aplikasi Movin, dan Mandiri Cash Management.

Panji menjelaskan selama beberapa tahun terakhir penghimpunan dana perseroan masih didominasi deposito. Namun sejak akhir tahun lalu, fokus diarahkan pada peningkatan dana murah untuk menekan biaya dana (cost of fund).

Strategi tersebut sempat menurunkan cost of fund hingga sekitar 4,02 persen sebelum kembali meningkat menjadi 4,16 persen pada semester pertama tahun ini akibat pengetatan likuiditas dan kenaikan suku bunga deposito di industri perbankan.

Meski demikian, perseroan tetap optimistis transformasi digital, penguatan dana murah, serta pembangunan ekosistem layanan bagi lansia akan memperkuat struktur bisnis Bank Mandiri Taspen sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang memasuki era silver economy.

(Husen Miftahudin)