Pemkab Lombok Tengah Ajukan Perbaikan 9 Jembatan Rusak ke BNPB

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB Rahadian saat membacakan data jembatan yang diusulkan kepada BNPB di Lombok Tengah, Rabu, 15 Juli 2026. ANTARA/Akhyar Rosidi

Pemkab Lombok Tengah Ajukan Perbaikan 9 Jembatan Rusak ke BNPB

Silvana Febiari • 15 July 2026 08:39

Lombok Tengah: Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajukan perbaikan sejumlah jembatan rusak kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jembatan-jembatan itu rusak akibat bencana alam yang terjadi pada 2025 dan 2026.

"Karena kondisi keuangan daerah seperti ini, kami coba ikhtiarkan perbaikan jembatan yang rusak akibat bencana itu melalui bantuan dari BNPB," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah Rahadian, dilansir dari Antara, Rabu, 15 Juli 2026. 

Ada sembilan jembatan rusak akibat bencana tersebut. Jembatan yang terdampak merupakan penghubung antarwilayah, mulai dari kecamatan, desa, hingga dusun yang lokasinya berada di Desa Aik Bual, Tanak Rarang, Pagutan, Bonder, Karangsidemen, dan Selong Belanak.
 


"Lokasi jembatan itu rata-rata menuju tempat wisata, sehingga kami juga telah mengajukan kepada Kementerian Pariwisata juga," ujarnya.

Ia mengatakan respons dari BNPB terhadap usulan tersebut cukup baik. Dari sejumlah usulan yang diajukan, sebanyak lima jembatan telah melengkapi dokumen persyaratan, sementara sisanya masih dalam proses.

"Ke depan tim dari BNPB akan turun melakukan verifikasi terhadap jembatan yang diusulkan tersebut," ungkapnya.


Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB Rahadian saat membacakan data jembatan yang diusulkan kepada BNPB di Lombok Tengah, Rabu, 15 Juli 2026. ANTARA/Akhyar Rosidi


Jika usulan jembatan tersebut disetujui dari BNPB, realisasi pekerjaan ditargetkan di tahun anggaran 2027. "Ini salah satu ikhtiar pemerintah daerah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur. Total anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan jembatan itu Rp45 miliar di sembilan titik," jelasnya.

Pemerintah daerah pada tahun anggaran 2026 juga sedang melakukan pembangunan jembatan di Desa Aik Bual. Namun, anggaran yang dialokasikan saat ini untuk pembangunan konstruksi jembatan.

"Artinya pembangunan dilakukan secara bertahap, karena kondisi anggaran," tuturnya.

(Silvana Febiari)