Qatar menetapkan empat hari berkabung nasional setelah wafatnya mantan Emir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. (Anadolu Agency)
Qatar Berkabung atas Wafatnya Sheikh Hamad, Seluruh Instansi Pemerintah Diliburkan
Willy Haryono • 12 July 2026 18:48
Doha: Pemerintah Qatar menetapkan masa berkabung nasional selama empat hari menyusul wafatnya mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, pada Minggu pagi, 12 Juli 2026.
Dikutip dari Khaleej Times, pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Amiri Diwan atau kantor emir Qatar pada hari yang sama.
Masa berkabung dimulai sejak Minggu, 12 Juli, dengan seluruh bendera di negara itu dikibarkan setengah tiang selama periode tersebut.
Pemerintah Qatar juga memutuskan menghentikan sementara aktivitas di seluruh kementerian, lembaga pemerintah, dan institusi publik mulai Senin, 13 Juli. Seluruh pegawai dijadwalkan kembali bekerja pada Minggu, 19 Juli 2026.
Salat jenazah Sheikh Hamad akan dilaksanakan setelah salat Magrib pada Minggu malam di Masjid Imam Muhammad bin Abdul Wahab di Doha.
Setelah prosesi tersebut, jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Lusail.
Sheikh Hamad memimpin Qatar sejak 1995 hingga 2013 sebelum secara sukarela menyerahkan kekuasaan kepada putranya yang kini menjadi Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.
Selama 18 tahun masa pemerintahannya, Sheikh Hamad dikenal sebagai sosok yang mentransformasi Qatar dari negara kecil di Teluk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan diplomasi paling berpengaruh di kawasan.
Di bawah kepemimpinannya, Qatar berkembang menjadi salah satu eksportir gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) terbesar di dunia sekaligus memperluas pengaruh internasionalnya melalui berbagai investasi strategis.
Sheikh Hamad juga dikenal sebagai tokoh di balik pendirian jaringan televisi Al Jazeera yang kemudian berkembang menjadi salah satu organisasi media paling berpengaruh di dunia.
Pada masa pemerintahannya, Qatar menjadi tuan rumah sejumlah peristiwa internasional penting, termasuk Asian Games 2006, Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2012, Doha Agreement, serta kesepakatan rekonsiliasi Fatah-Hamas di Doha.
Kebijakan luar negeri yang aktif dan investasi besar di berbagai sektor menjadikan Qatar sebagai salah satu negara dengan pengaruh global yang jauh melampaui ukuran geografis maupun jumlah penduduknya.
Warisan tersebut terus dilanjutkan oleh Emir Qatar saat ini, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang menerima estafet kepemimpinan dari ayahnya pada 2013.
Baca juga: Erdogan Berduka atas Wafatnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad