Hadapi Prancis, Maroko Datang dengan Modal Tidak Terkalahkan dalam 43 Laga

Timnas Maroko di Piala Dunia 2026. (Dok. FRMF)

Hadapi Prancis, Maroko Datang dengan Modal Tidak Terkalahkan dalam 43 Laga

Riza Aslam Khaeron • 9 July 2026 14:43

Jakarta: Tim nasional Maroko berhasil melangkah ke babak perempat final Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah, mengulangi pencapaian gemilang mereka empat tahun lalu di Qatar 2022. Skuad berjuluk Singa Atlas ini memastikan tiket delapan besar setelah melibas salah satu tim tuan rumah, Kanada, dengan skor telak 3-0 pada babak 16 besar.

Di babak perempat final nanti, Singa Atlas akan menantang salah satu tim favorit turnamen, Prancis. Maroko menatap laga mahapenting ini dengan modal yang sangat luar biasa, yaitu tidak terkalahkan dalam 43 pertandingan berturut-turut sejak terakhir kali tumbang dari Afrika Selatan pada 30 Januari 2024.

Sepanjang turnamen ini, performa Maroko memang sangat mencuri perhatian. Mereka sukses menahan imbang Brasil di fase grup, menang tipis atas Skotlandia, dan menghajar Haiti 4-2. Pada babak 32 besar, mereka nyaris tersingkir oleh Belanda sebelum gol sundulan dramatis di menit akhir menyelamatkan asa mereka.

Namun, ujian sesungguhnya bagi sang Singa baru saja dimulai malam ini. Mereka harus berhadapan dengan Prancis, salah satu kandidat juara terkuat yang dipimpin oleh megabintang Kylian Mbappe yang telah mengemas 7 gol sepanjang turnamen.

Kendati demikian, wakil Afrika Utara ini mengusung misi balas dendam yang membara setelah disingkirkan oleh Les Bleus pada semifinal Piala Dunia 2022 silam. Berbekal rekor fantastis 43 laga tanpa kekalahan, Maroko siap membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim kejutan, melainkan kekuatan baru yang patut disegani.
 

Rekor 43 Laga Tak Terkalahkan


Achraf Hakimi. (Instagram/@equipedumaroc)

Rentetan hasil tanpa kekalahan Maroko selama hampir dua setengah tahun terakhir bukanlah sekadar hiasan statistik. Di atas kertas, Maroko memang sempat menelan kekalahan 0-1 dari Kenya pada turnamen Kejuaraan Bangsa-Bangsa Afrika atau African Nations Championship (CHAN) 2024 yang digelar pada Agustus 2025, yang membuat mereka tidak terkalahkan di 34 laga semua ajang.

Namun, berdasarkan regulasi resmi, turnamen CHAN hanya boleh diikuti oleh para pemain domestik yang merumput di liga lokal negara masing-masing.

Oleh karena itu, deretan bintang utama Maroko yang berlaga di Piala Dunia kali ini, seperti kapten sekaligus bek kanan PSG Achraf Hakimi dan gelandang Ismael Saibari, sama sekali tidak bermain dalam turnamen tersebut.

Satu-satunya penggawa Singa Atlas yang tercatat tampil di CHAN 2024 dan masuk dalam skuad Piala Dunia saat ini adalah Youssef Belammari, bek kiri yang kini memperkuat Al Ahly. Namun, dia belum sama sekali dimainkan sejak laga pembuka dan hadir hanya hadir duduk di bangku cadangan.

Dengan demikian, kekalahan bersih terakhir skuad utama Maroko di luar turnamen CHAN terjadi pada 30 Januari 2024, saat mereka takluk 0-2 dari Afrika Selatan di babak gugur Piala Afrika (AFCON) 2023 yang berlangsung pada Januari 2024.

Sejak kekalahan tersebut, mereka memulai tren positif dengan mengalahkan Angola 1-0 dalam laga persahabatan pada 22 Maret 2024. Sejak saat itu, Maroko sukses membukukan 35 kemenangan dan 8 hasil imbang dari 43 laga beruntun mengecualikan CHAN hingga menjelang laga kontra Prancis.
 
Baca Juga:
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Maroko, Misi Balas Dendam Singa Atlas
 

Kekalahan Terhadap Senegal


Timnas Senegal angkat trofi Piala Afrika usai menangkan laga melawan Maroko, 19 Januari 2026. (Instagram/@eyelit_studio)

Meskipun memiliki rekor impresif, muncul perdebatan mengenai keabsahan catatan tak terkalahkan ini, khususnya terkait laga final melawan Senegal pada Piala Afrika 2025 yang berlangsung Januari lalu.

Dalam laga final yang digelar pada 18 Januari tersebut, Senegal sebenarnya mengalahkan Maroko dengan skor 1-0.

Pertandingan itu diwarnai kontroversi besar ketika para pemain Senegal sempat mogok bermain sebagai bentuk protes setelah Maroko dihadiahi penalti pada masa injury time saat kedudukan masih imbang tanpa gol.

Setelah laga terhenti selama sekitar 17 menit, skuad Senegal akhirnya bersedia kembali ke lapangan. Eksekusi penalti dari Brahim Diaz berhasil digagalkan, sebelum akhirnya gelandang Senegal, Pape Gueye, mencetak gol kemenangan pada babak perpanjangan waktu.

Namun, hasil pertandingan tersebut kemudian dianulir menyusul keputusan resmi dari Komite Banding Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).

Dalam pernyataan resminya, CAF menyatakan bahwa Senegal dinyatakan kalah diskualifikasi (forfeit) dalam laga final tersebut, sehingga skor pertandingan diubah secara administratif menjadi kemenangan 3-0 untuk keunggulan Maroko.

Apabila kekalahan di lapangan dari Senegal tersebut tetap dihitung secara riil, maka rekor tak terkalahkan Maroko sebenarnya hanya bertahan dalam 10 pertandingan beruntun. Terlepas dari perdebatan administratif tersebut, Maroko telah membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan utama dan tim favorit di Piala Dunia 2026.

Pembuktian sesungguhnya untuk memperpanjang atau justru memutus rekor fantastis ini akan tersaji langsung dalam laga perempat final yang sengit menghadapi Prancis pada Jumat dini hari, 10 Juli 2026 pukul 03.00 WIB.

(Riza Aslam Khaeron)