Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu
AS Incar Kepemilikan Ladang Minyak Venezuela Sebesar 90 Miliar Barrel
Muhammad Reyhansyah • 28 August 2026 13:09
Washington: Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah bernegosiasi dengan pemerintah sementara Venezuela mengenai kemungkinan AS mengambil kepemilikan atas sejumlah ladang minyak di negara tersebut.
Menurut laporan Axios yang mengutip dua pejabat AS yang mengetahui pembicaraan tersebut, negosiasi itu mencakup lebih dari puluhan ladang minyak produktif dengan cadangan terbukti sekitar 90 miliar barel, atau hampir sepertiga dari total cadangan terbukti Venezuela yang mencapai 300 miliar barel.
“Sebagai imbalan atas kepemilikan AS, perusahaan swasta, termasuk perusahaan Amerika, akan mengembangkan ladang-ladang tersebut dan meningkatkan pendapatan minyak yang dikembalikan kepada Venezuela,” sebut laporan itu, dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 28 Agustus 2026.
Kesepakatan itu berpotensi meningkatkan lebih dari dua kali lipat cadangan minyak Amerika Serikat sekaligus memberi Washington akses lebih besar terhadap sumber daya energi Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia.
Pemerintahan Trump belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut.
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez sebelumnya berupaya membuka kembali negaranya terhadap investasi asing, terutama di sektor energi.
Namun, perusahaan-perusahaan Amerika masih berhati-hati karena kondisi infrastruktur Venezuela yang buruk serta pengalaman pengambilalihan aset investor asing oleh pemerintah Caracas pada masa lalu.
Chevron, satu-satunya perusahaan minyak Amerika yang masih beroperasi di Venezuela ketika pemerintahan Nicolas Maduro digulingkan, menyatakan pada Juli bahwa produksinya telah meningkat menjadi 280 ribu barel minyak per hari dan menargetkan kenaikan produksi sebesar 50 persen pada akhir 2028.