Waspada! Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Lebat di Jawa, Bali, hingga NTT

Potensi cuaca hujan lebat hingga sangat lebat, 24 Februari 2026. (tangkapan layar)

Waspada! Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Lebat di Jawa, Bali, hingga NTT

Lukman Diah Sari • 24 February 2026 05:31

Jakarta: Badan Meteorologi, Kriminologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi cuaca di berbagai wilayah Indonesia, pada Selasa, 24 Februari 2026. Prakirawan BMKG Yuyun mengimbau sejumlah provinsi untuk siaga potensi hujan lebat hingga sangat lebat. 

"Perlu ditingkatkan kesiap-siagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah daerah istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara," sebut Yuyun dalam kanal YouTube BMKG, Selasa, 24 Februari 2026. 


Sirkulasi siklonik 24 Februari 2026. (tangkapan layar)

Dia menerangkan bahwa potensi cuaca cukup siginifikan tersebut terpengaruh kombinasi dinamika atmosfer, sirkulasi siklonik dan sistem konvergensi dan konfluensi. Yuyun mengungkap sistem tekanan rendah terpantau berada di Samudera Hindia Barat Daya Lampung, sementara sirkulasi siklonik di Laut Sulu, Perairan Utara Papua, dan Kalimantan Barat.

Sistem-sistem ini, kata Yuyun, membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudera Hindia Barat Daya Lampung, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, pesisir Kalimantan Timur, serta pesisir Utara Papua atau di sekitar sistem.

Daerah konvergensi lain juga terpantau memanjang dari Riau hingga Lampung, pesisir Selatan-Jawa Barat hingga Jawa Tengah, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan, perairan Selatan-Nusa Tenggara Barat, dari Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tengah, serta dari Papua Barat hingga Papua Tengah.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," ujar Yuyun. 

Yuyun mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca secara realtime, melalui laman dan media sosial BMKG. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)