Organisasi Kepemudaan Diajak Bersatu dan Aktif Membangun Bangsa

Audiensi bersama organisasi kepemudaan. Istimewa.

Organisasi Kepemudaan Diajak Bersatu dan Aktif Membangun Bangsa

Arga Sumantri • 2 March 2026 20:08

Ponorogo: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyampaikan generasi muda harus menjadi kekuatan pemersatu bangsa sekaligus motor perubahan sosial yang aktif dan kreatif. Perbedaan bendera organisasi atau cara pandang tak boleh jadi penghalang.

Hal ini disampaikan Ibas saat menghadiri audiensi bersama organisasi kepemudaan di Ponorogo, Jawa Timur. Sejumlah organisasi kepemudaan nasionalis dan islam hadir dalam forum itu.

"Kita boleh berbeda organisasi, berbeda warna, bahkan berbeda cara pandang. Tetapi tujuan kita tetap satu, yaitu Indonesia yang lebih maju, aman, adil, demokratis, dan sejahtera," kata Ibas dalam keterangannya, Senin, 2 Maret 2026. 

Menurut Ibas, bonus demografi Indonesia menjadi peluang besar yang hanya dapat berhasil apabila generasi muda mampu mempersiapkan diri dengan karakter kuat, literasi yang baik, serta semangat kolaborasi lintas organisasi.

"Muda adalah anugerah sekaligus tanggung jawab. Jangan sampai bonus demografi justru menjadi masalah jika generasi mudanya tidak siap dan kehilangan arah," jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak di tengah era digital yang berkembang sangat cepat. Teknologi harus menjadi sarana peningkatan kapasitas diri, bukan ruang penyebaran informasi negatif maupun konflik sosial.

"Gunakan teknologi untuk belajar, mencari data yang benar, dan membangun gagasan positif. Kepintaran teknologi harus tetap diimbangi moral dan etika," tegas Ibas.

Ilustrasi. Medcom.id

Ibas mendorong empat langkah strategis bagi pemuda; memperkuat literasi digital, politik, dan kebangsaan; membangun kolaborasi lintas organisasi; mengutamakan aksi nyata, bukan sekadar diskusi; serta merawat dialog dan menolak provokasi.

Ibas juga menegaskan pentingnya implementasi nilai Pancasila dalam tindakan nyata. Pancasila bukan slogan, tetapi tindakan. "NKRI harga mati bukan teriakan, tetapi komitmen," ujarnya.

Ibas mengajak seluruh pemuda untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat iman sekaligus merawat persatuan. Ia turut mengajak seluruh organisasi kepemudaan memperkuat ruang dialog demokratis serta menjaga persaingan secara sehat tanpa provokasi maupun konflik antar kelompok.

"Kita boleh berkompetisi, tetapi tetap menjunjung sportivitas. Jangan saling menjatuhkan. Bangsa ini justru membutuhkan kolaborasi anak mudanya," kata Ibas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)