Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: MI/Insi Nantika Jelita.
Mau Bangun Storage Minyak Baru, Bahlil: Investornya Sudah Ada
Eko Nordiansyah • 5 March 2026 12:17
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan sudah ada investor dari luar negeri untuk membangun storage atau fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude) di Indonesia.
“Investasinya sudah ada, investornya sudah ada,” ucap dia ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
Ia menyampaikan investor yang nantinya akan terlibat dalam pembangunan storage di Indonesia merupakan campuran antara investor luar negeri dan investor dari dalam negeri. Ia menambahkan investor dari luar negeri itu bukan berasal dari Amerika Serikat (AS).
“Investasinya dicampur dari dalam negeri dan dari luar, tetapi bukan AS. Yang membangun (storage) swasta,” ucap dia.
Dengan demikian, pihak swasta juga akan terlibat di dalam pembangunan storage minyak mentah di Indonesia.
Baca Juga :
Demi Simpan Cadangan hingga 3 Bulan, Indonesia Butuh Storage Baru BBM

(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
Tambah cadangan minyak jadi 90 hari
Pembangunan storage minyak mentah bertujuan untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia. Melalui pembangunan storage, pemerintah menambah kapasitas maksimal penyimpanan minyak dari 25–26 hari menjadi 90 hari atau tiga bulan.“Bapak Presiden (Prabowo Subianto) memberikan arahan agar segera bangun (storage). Kita butuh survival. Kalau tidak, nanti kita tergantung terus,” ucap Bahlil.
Konflik AS-Iran memanas
Ketahanan energi Indonesia menjadi sorotan masyarakat di tengah perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.Pada Sabtu, 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran. Serangan AS dan Israel terhadap Iran dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Pada Minggu, 1 Maret, Presiden AS Donald Trump mengklaim pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan tersebut.
Media Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz telah “secara efektif” ditutup menyusul serangan AS-Israel, meski belum ada pengumuman resmi mengenai blokade formal.
Selat Hormuz menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia serta volume besar ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab. Sekitar 20 persen konsumsi minyak harian global, atau sekitar 20 juta barel, melintasi koridor tersebut.