BP BUMN Pangkas 44 Entitas Usaha PLN Jadi 23 pada 2028

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. Foto: Dok Antara

BP BUMN Pangkas 44 Entitas Usaha PLN Jadi 23 pada 2028

Eko Nordiansyah • 3 June 2026 14:30

Jakarta: Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menargetkan penyederhanaan 44 entitas usaha PLN Group menjadi 23 entitas pada 2028.

“Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Dony dalam keterangan resminya yang dilansir dari Antara, Rabu, 3 Juni 2026.

Salah satu fokus utama dari target tersebut adalah percepatan program streamlining PLN Group melalui konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, serta penyederhanaan struktur usaha.

Perampingan dari 44 entitas menjadi 23 entitas bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus dan terintegrasi.

Target tersebut merupakan salah satu pembahasan dalam pertemuan antara Dony dengan direksi PLN. Selain perampingan entitas bisnis, Dony juga membahas realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), serta langkah penguatan sistem kelistrikan pascagangguan yang terjadi di Sumatra.



(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)

40% proyek telah memasuki tahap eksekusi

PLN melaporkan perkembangan implementasi RUPTL 2025–2034 yang menunjukkan progres positif. Dari total proyek yang direncanakan, sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen telah memasuki tahap eksekusi.

Capaian tersebut mencerminkan komitmen PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional, mulai dari pembangunan pembangkit, jaringan transmisi, hingga gardu induk untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.

Pembahasan juga menyoroti langkah-langkah penguatan sistem kelistrikan pascagangguan yang terjadi di Sumatra.

PLN terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem guna meningkatkan keandalan pasokan listrik. Sejumlah proyek strategis tengah disiapkan, termasuk penguatan infrastruktur backbone kelistrikan Sumatra, pembangunan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, serta penambahan kapasitas pembangkit di berbagai wilayah guna memperkuat ketahanan sistem dan meminimalkan risiko gangguan di masa mendatang.

Melalui transformasi korporasi yang berkelanjutan, percepatan implementasi RUPTL, dan penguatan sistem kelistrikan nasional, PLN diharapkan semakin siap menjalankan perannya sebagai penyedia tenaga listrik nasional yang andal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan agenda transisi energi Indonesia.

(Eko Nordiansyah)