Presiden Senegal Tunjuk Ahmadou Al Aminou Lo sebagai Perdana Menteri Baru

Ahmadou Al Aminou Lo ditunjuk sebagai perdana menteri baru Senegal. (X/GouvernementSN)

Presiden Senegal Tunjuk Ahmadou Al Aminou Lo sebagai Perdana Menteri Baru

Willy Haryono • 26 May 2026 18:00

Dakar: Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye menunjuk Ahmadou Al Aminou Lo sebagai perdana menteri baru di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi negara Afrika Barat tersebut.

Penunjukan itu menempatkan seorang ekonom dan pejabat senior perbankan untuk memimpin pemerintahan Senegal.

Dalam pernyataan pertamanya setelah dilantik, Lo menegaskan Senegal tetap menjadi negara yang aman dan layak untuk investasi meski menghadapi tekanan ekonomi.

“Senegal adalah negara yang aman dan layak, dan akan tetap seperti itu,” ujar Lo, dikutip dari TRT World, Senin, 25 Mei 2026.

Lo yang berusia 60 tahun pernah menjabat sebagai direktur nasional Bank Sentral Negara-Negara Afrika Barat (BCEAO) di Senegal pada 2018 hingga 2023. Berbeda dari banyak tokoh politik lain, Lo lebih dikenal sebagai teknokrat dengan latar belakang sektor keuangan dan ekonomi.

Sejak Presiden Faye berkuasa pada 2024, Lo telah memegang sejumlah posisi penting di pemerintahan. Ia sebelumnya menjabat sebagai menteri sekaligus sekretaris jenderal pemerintah yang bertugas mengoordinasikan agenda kabinet.

Pada April 2025, Lo juga ditunjuk untuk mengawasi dan mengevaluasi Agenda Transformasi Nasional Senegal 2050.

Dalam berbagai kesempatan, Lo menekankan pentingnya disiplin fiskal dan reformasi ekonomi untuk memperbaiki kondisi keuangan negara. Ia meyakini ekonomi Senegal dapat pulih dalam dua tahun apabila pemerintah menerapkan disiplin anggaran secara konsisten.

Tantangan Ekonomi

Ahmadou Al Aminou Lo dikenal memiliki keahlian di bidang makroekonomi, regulasi perbankan, dan pasar keuangan. Ia juga dikenal kritis terhadap penggunaan mata uang franc CFA yang selama ini menjadi isu penting bagi partai penguasa PASTEF.

Penunjukannya dilakukan ketika Senegal menghadapi tantangan ekonomi dan politik yang cukup besar.

Pemerintah saat ini berupaya memulihkan pertumbuhan ekonomi, menjaga kepercayaan investor, serta melanjutkan reformasi dalam visi Senegal 2050. Jabatan perdana menteri sebelumnya dipegang Ousmane Sonko, sekutu politik utama Presiden Faye.

Sonko diberhentikan setelah menyuarakan pandangan terkait restrukturisasi utang negara.

Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), utang publik Senegal kini mencapai sekitar 132 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Baca juga:  Presiden Senegal Pecat PM Ousmane Sonko dan Bubarkan Pemerintahan

(Willy Haryono)