Kepulangan Jemaah Haji, Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Tanpa Hambatan

Seorang penumpang dari kedatangan internasional melewati 'seamless immigration process' di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto: ANTARA/HO-Ditjen Imigrasi.

Kepulangan Jemaah Haji, Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Tanpa Hambatan

Fachri Audhia Hafiez • 1 June 2026 23:41

Jakarta: Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah menyiapkan layanan khusus berupa koridor tanpa hambatan (seamless immigration process). Fasilitas mutakhir ini dihadirkan guna mendukung kelancaran proses pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 ke Tanah Air.

“Dalam mendukung kepulangan jamaah haji Indonesia tahun 2026, kami telah menyiapkan layanan khusus berupa seamless immigration process melalui 'corridor gate' di sejumlah titik debarkasi haji,” ujar Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 1 Juni 2026.
 


Hendarsam memaparkan bahwa melalui sistem anyar tersebut, proses pemeriksaan keimigrasian bagi jemaah akan berjalan jauh lebih cepat dan efisien. Hal ini terjadi lantaran data keimigrasian para jemaah sudah diproses terlebih dahulu sebelum mereka tiba.

Dengan skema ini, para jemaah tidak perlu lagi mengantre di pos pemeriksaan konvensional maupun melewati pintu otomatis (autogate) saat mendarat di Indonesia. “Dengan sistem ini jamaah haji dapat segera lanjutkan perjalanan menuju asrama haji atau tujuan berikutnya,” kata Hendarsam menambahkan.

Untuk menunjang kelancaran program tersebut, pihak Imigrasi telah menempatkan fasilitas corridor gate di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang khusus melayani kedatangan jemaah haji sesuai kelompok terbang (kloter) masing-masing. Sejumlah petugas imigrasi beserta unit bergerak (mobile unit) juga disiagakan penuh di area kedatangan.

Sementara itu, untuk debarkasi Surabaya, fasilitas corridor gate telah dipindahkan langsung ke Asrama Haji Sukolilo dan sudah terintegrasi secara daring dengan sistem keimigrasian pusat.

“Berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan hari ini, seluruh kesiapan pelaksanaan debarkasi haji berada dalam kondisi siap, baik dari sisi petugas, fasilitas pemeriksaan, maupun sistem pendukung,” tutur Hendarsam.

Hendarsam juga memastikan bahwa hingga saat ini belum menerima adanya laporan terkait kendala teknis ataupun kasus kehilangan paspor yang dialami oleh jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi. Kondisi ini membuat fase kepulangan awal berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Namun, andai ke depan ditemukan kasus kehilangan dokumen perjalanan, Ditjen Imigrasi siap berkoordinasi cepat dengan pihak terkait agar proses kepulangan jemaah tidak tersendat.


Ilustrasi jemaah Indonesia. Foto: Media Indonesia/Media Center Haji 2026/Akmal Fauzi.

Sebagai informasi, teknologi seamless immigration process atau koridor tanpa hambatan ini mengandalkan sistem biometrik yang memungkinkan para pelancong internasional melewati pemeriksaan imigrasi tanpa harus berhenti. Teknologi canggih ini telah dioperasikan sejak tahun 2025 sebagai bagian dari program besar All Indonesia yang dicanangkan pemerintah demi memangkas birokrasi imigrasi kedatangan internasional sekaligus meningkatkan efisiensi bandara.

Di sisi lain, gelombang kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 kini telah resmi dimulai. Kelompok terbang (Kloter) pertama Embarkasi Batam (BTH-1) menjadi rombongan pembuka yang diterbangkan dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Minggu, 31 Mei 2026.

Pada fase pemulangan gelombang pertama ini, terjadwal ada 17 kloter dengan total jemaah mencapai 6.798 orang yang akan dipulangkan secara bertahap ke Indonesia mulai 1 Juni 2026.

Merujuk pada Rencana Perjalanan Haji (RPH) 2026, jemaah haji yang tergabung dalam gelombang kedua baru akan dipulangkan ke Tanah Air via Madinah pada periode 16 Juni hingga 30 Juni 2026. Rombongan gelombang kedua ini dijadwalkan bergerak dari Makkah menuju Madinah pada 7 Juni 2026 untuk menetap selama kurang lebih sembilan hari di Kota Nabawi tersebut sebelum terbang kembali ke Indonesia.

(Fachri Audhia Hafiez)