Kebakaran hutan melanda kawasan lereng Gunung Andong, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)
Kebakaran Melanda Lereng Gunung Andong, 8 Titik Api Terdeteksi
10 August 2026 22:09
Magelang: Kebakaran hutan kembali melanda kawasan lereng Gunung Andong, tepatnya di Dusun Temu Kidul, Desa Pagergunung, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Terdapat sekitar delapan titik api yang tersebar di kawasan tersebut dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai dua hektare.
Sururi, warga Temu Kidul sekaligus pengelola pendakian Gunung Andong via Temu Kidul, mengatakan kebakaran tersebut merupakan kejadian keempat selama musim kemarau. Namun, kebakaran kali ini menjadi yang terbesar dibandingkan kejadian sebelumnya.
"Kemarin sudah empat kali, tetapi kali ini yang terbesar. Kemarin baru beberapa titik saja, belum merambat," kata Sururi di Magelang, Senin, 10 Agustus 2026.
Baca Juga :
Tumpukan daun pinus kering dan ranting yang berguguran membuat api cepat merambat. Embusan angin juga sempat menyulitkan proses pemadaman karena sejumlah titik yang telah padam kembali menyala akibat bara yang tertiup angin.
"Tadi banyak yang sudah ditinggal tapi nyala lagi karena angin cukup kencang dan daun-daun cukup kering," ucap Sururi.
Tim gabungan yang terdiri atas personel Polsek, Koramil, Perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, pengelola basecamp, dan warga bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Medan yang terjal dan licin membuat petugas harus melakukan pemadaman secara manual. Mereka memukul titik api dengan peralatan seadanya, menginjak bara, dan menimbunnya dengan tanah untuk mencegah api kembali menyebar.
"Kami kerja sama untuk memadamkan api," ungkap Sururi.

Petugas memadamkan api di lereng Gunung Andong dengan peralatan seadanya. (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)
Setelah berjibaku selama sekitar dua hingga empat jam, tim gabungan berhasil memadamkan seluruh titik api sekitar pukul 16.00 WIB. "Indikasi kebakarannya belum tahu," sahut Sururi.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pengelola berharap instansi terkait, seperti BPBD dan SAR, dapat memberikan pelatihan teknis serta dukungan peralatan pemadaman yang lebih memadai untuk mengantisipasi kebakaran serupa selama musim kemarau. (Lorien Nurajay Oxa)