Tren Agrowisata Menguat, Kabupaten Bogor Tawarkan Wisata Alam Berbasis Pengalaman

Kawasan agrowisata di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Istimewa

Tren Agrowisata Menguat, Kabupaten Bogor Tawarkan Wisata Alam Berbasis Pengalaman

Whisnu Mardiansyah • 8 September 2026 05:48

Bogor: Kabupaten Bogor memiliki bentang alam yang mendukung berkembangnya beragam kegiatan wisata berbasis lingkungan. Kawasan perbukitan, hamparan hijau, serta udara yang lebih terbuka dibandingkan wilayah perkotaan menjadi bagian dari daya tarik wisata di daerah ini.

Kondisi tersebut turut mendorong munculnya konsep agrowisata dan agroeduwisata yang memadukan rekreasi dengan aktivitas luar ruang. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga dapat mengikuti berbagai kegiatan bersama keluarga, komunitas, maupun kelompok.

Pilihan wisata seperti ini menjadi alternatif bagi masyarakat dari Jakarta, Depok, Bekasi, dan wilayah sekitarnya yang ingin menghabiskan waktu di Kabupaten Bogor. Selain kawasan Puncak yang sudah lama dikenal sebagai tujuan wisata, sejumlah wilayah lain di Bogor menawarkan karakter alam tersendiri.

Salah satunya berada di Kecamatan Tanjungsari, Bogor Timur. Granada Land dikembangkan dengan konsep Agro Eduwisata yang menggabungkan suasana alam dengan berbagai kegiatan rekreasi dan aktivitas luar ruang.


Menikmati Alam dengan Beragam Aktivitas

Wisata berbasis alam memberikan ruang bagi pengunjung untuk menghabiskan waktu di luar ruangan. Aktivitas yang ditawarkan pun tidak selalu berupa kegiatan yang berkaitan langsung dengan pertanian.

Di sejumlah kawasan, konsep agrowisata berkembang dengan memanfaatkan lanskap alam sebagai bagian dari pengalaman wisata. Ruang terbuka dapat digunakan untuk permainan, kegiatan edukasi, rekreasi keluarga, hingga aktivitas kelompok.

Objek wisata ini menjadi salah satu destinasi di Bogor Timur yang menerapkan pendekatan tersebut. Panorama perbukitan dan hamparan hijau menjadi bagian dari kawasan. Beragam aktivitas seperti Rainbow Slide, Flying Fox, ATV, Wall Climbing, playground, area outboundphotospot, dan gazebo.

“Kami ingin kawasan ini menjadi punya banyak fungsi untuk keluarga. Orang bisa datang menikmati alam, membawa anak-anak bermain, camping, menginap, sampai melihat langsung lingkungan yang suatu hari bisa menjadi tempat mereka punya villa atau tempat berkumpul keluarga,” ujar Owner Granada Land, Gun Gun Gunawan, Senin, 7 September 2026.

Konsep agroeduwisata berkembang dengan menggabungkan unsur rekreasi dan pembelajaran. Lingkungan alam dapat menjadi ruang bagi pengunjung untuk mengenal berbagai aktivitas yang berlangsung di luar kawasan perkotaan.
 


Bagi keluarga, pengalaman semacam ini dapat menjadi bagian dari kegiatan liburan bersama anak. Aktivitas di ruang terbuka juga memberikan pilihan selain rekreasi yang berlangsung di dalam ruangan.

Pendekatan tersebut diterapkan melalui berbagai kegiatan luar ruang. Area playgroundoutbound, hingga wahana petualangan menjadi bagian dari fasilitas yang tersedia. Kegiatan kelompok juga dapat dilakukan di kawasan tersebut. Sekolah, komunitas, maupun rombongan keluarga dapat memanfaatkan area untuk camping dan aktivitas outbound.

Dengan demikian, kunjungan tidak hanya berpusat pada satu jenis kegiatan. Pengunjung dapat menikmati panorama, mencoba wahana, mengikuti aktivitas kelompok, atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga di ruang terbuka.

Salah satu kegiatan yang banyak dikaitkan dengan wisata berbasis alam adalah camping. Aktivitas ini memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk tinggal lebih lama di kawasan tujuan dan menikmati suasana lingkungan sekitar.

Area camping dapat digunakan untuk kegiatan keluarga, sekolah, komunitas, maupun rombongan. Mencakup aktivitas seperti api unggun, makan bersama, ATV, dan Rainbow Slide. Camping pun tidak hanya menjadi aktivitas menginap. Bagi kelompok, kegiatan tersebut dapat dipadukan dengan aktivitas luar ruang dan rekreasi selama berada di lokasi.

Bagi masyarakat perkotaan, wisata berbasis alam menawarkan pilihan aktivitas yang dapat dilakukan bersama keluarga. Pengunjung tidak hanya menghabiskan waktu dengan melihat pemandangan, tetapi juga dapat melakukan berbagai kegiatan di ruang terbuka.

 


Kabupaten Bogor memiliki kondisi geografis yang mendukung berkembangnya jenis wisata tersebut. Kawasan perbukitan dan lingkungan hijau menjadi modal utama bagi sejumlah destinasi dalam menawarkan pengalaman wisata alam.

Di Tanjungsari, Granada Land menjadi salah satu contoh pengembangan kawasan dengan konsep Agro Eduwisata. Pengunjung dapat menikmati panorama perbukitan sekaligus mencoba berbagai wahana dan aktivitas luar ruang. Pilihan kegiatan yang tersedia mencakup permainan anak, wahana petualangan, outbound, camping, hingga kegiatan kelompok.

Bagi wisatawan dari wilayah Jakarta dan kota-kota penyangga, keberadaan destinasi semacam ini menambah pilihan perjalanan singkat ke Kabupaten Bogor. Wisatawan dapat memilih destinasi sesuai kebutuhan, mulai dari kunjungan sehari untuk menikmati aktivitas luar ruang hingga bermalam untuk merasakan suasana kawasan lebih lama.

Perkembangan agrowisata dan agroeduwisata di Kabupaten Bogor pada akhirnya tidak hanya menawarkan pemandangan alam. Konsep tersebut juga menghadirkan ruang untuk rekreasi, kegiatan keluarga, pembelajaran, serta aktivitas luar ruang yang memanfaatkan karakter lingkungan setempat.

Granada Land di Tanjungsari menjadi salah satu destinasi yang menawarkan konsep tersebut di Bogor Timur, sekaligus menambah pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati wisata bernuansa alam di Kabupaten Bogor.

(Whisnu M)