Gas Metana Jadi Salah Satu Penyebab Kebakaran TPA Putri Cempo

Api masih menyala di sejumlah titik fo TPA Putri Cempo Solo. Metrotvnews.com/ Triawati

Gas Metana Jadi Salah Satu Penyebab Kebakaran TPA Putri Cempo

Triawati Prihatsari • 3 September 2026 19:11

Solo: Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meninjau langsung kebakaran TPA Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah. KLH menyebut gas metana menjadi salah satu faktor penyebab kebakaran.

"Gas metananya, betul itu adalah salah satu penyebab kebakaran, bahan yang mudah terbakarnya. Musim kemarau ini memang kering bagian atas, jadi kalau tersulut api, memang cepat menyala," ungkap Staf Ahli Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya KLH, Noer Adi Wardojo, di Solo, Kamis, 3 September 2026.

Selain itu, gunungan sampah di TPA Putri Cempo mengandung banyak material mudah terbakar, seperti plastik, tekstil, dan karton yang menumpuk di permukaan selama musim kemarau. Kondisi tersebut membuat material-material itu mudah terbakar.


Kendati demikian, ia menegaskan proses pemadaman di TPA Putri Cempo masih terus dilakukan. Berdasarkan asesmen di lapangan, kebakaran dinilai tidak terlalu masif dan penanganan darurat telah dikerahkan secara optimal melalui gotong royong lintas wilayah se-Solo Raya.

"Saat ini dalam pengendalian, ya. Artinya semua area yang terbakar sudah teridentifikasi dan kapasitas yang ada untuk pengendalian kebakaran sudah dikerahkan. Bahkan gotong royong seluruh Solo Raya sudah jalan. Perbantuan sudah ada," tegas Noer Adi.


Staf Ahli Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya KLH, Noer Adi Wardojo. Metrotvnews.com/ Triawati


Di sisi lain, ia menegaskan belum diperlukan penetapan status darurat Kejadian Luar Biasa (KLB). Pasalnya, kebakaran masih dalam pengendalian.

"Oh belum, belum sampai ke situ ya (KLB). Saat ini asesmennya dalam pengendalian. Dengan asesmen KLH adalah kapasitasnya ada, cukup pada saat ini untuk melakukan pengendalian. Walaupun ini membesar atau bagaimana, jangan terjadi ya. Kami siap untuk ada perbantuan dari BNPB gitu ya dan juga kita akan minta bantuan dukungan dari mitra-mitra yang lain. Tapi, semoga tidak perlu sampai ke situ," ungkap Noer Adi. 

Diketahui, kebakaran TPA Putri Cempo yang terjadi sejak Rabu malam, 2 September 2026, belum padam hingga Kamis siang, 3 September 2026. Api masih terlihat di sejumlah titik dan membesar di beberapa lokasi.

(Silvana Febiari)