Pemeran Seni Internasional KIAF Seoul 2026 Korea Selatan. Metrotvnews.com
KIAF Seoul 2026 Upaya Korea Selatan Perkuat Pasar Seni Kontemporer di Pasar Global
Whisnu Mardiansyah • 4 September 2026 12:13
Seoul: Seoul kembali menjadi tuan rumah dalam pesta seni kontemporer Asia melalui KIAF Seoul 2026. Digelar di COEX, Seoul, Korea Selatan, pada 2–6 September 2026, pameran seni internasional ini mempertemukan 175 galeri dari 18 negara dan wilayah.
Memasuki penyelenggaraan ke-25, KIAF Seoul tidak hanya memamerkan deretan karya seni. Gelaran yang diselenggarakan Galleries Association of Korea ini membawa tema dan gagasan tentang hubungan manusia, teknologi, kreativitas, dan masa depan melalui tema “Coexistence”.
KIAF Seoul sendiri pertama kali digelar pada 2002 dan tercatat sebagai pameran seni internasional pertama di Korea Selatan. Selama lebih dari dua dekade, ajang ini berkembang menjadi salah satu ruang dan media yang menghubungkan galeri dan seniman Korea dengan jaringan pasar seni internasional.

Galeri seni di pameran KIAF Seoul 2026, Korea Selatan. Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah
Tahun ini, KIAF Seoul semakin menarik perhatian karena penyelenggara untuk pertama kalinya menunjuk figur eksternal sebagai Creative Director.
Desainer Korea, Kuho Jung, dipercaya untuk merancang dan mengembangkan identitas kreatif, tata ruang, hingga sejumlah program khusus dalam penyelenggaraan KIAF Seoul 2026.
Penunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung, tidak hanya melalui karya yang dipamerkan, tetapi juga bagaimana pengunjung bergerak, melihat, dan berinteraksi dengan ruang pameran.

Galeri seni di pameran KIAF Seoul 2026, Korea Selatan. Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah
Jung merupakan desainer yang dikenal melalui kiprahnya di bidang mode, pertunjukan, serta desain pameran. Kehadiran desain ruang menjadi penting karena pengunjung berhadapan dengan ratusan karya dari berbagai galeri dalam satu kunjungan. Tata ruang dan identitas visual menjadi bagian dari cara sebuah pameran membentuk pengalaman.
"Sebagai direktur kreatif KIAF Seoul 2026, saya akan berupaya memposisikan pasar seni Korea pada titik keseimbangan baru antara teknologi dan kepekaan manusia. Saya akan mencurahkan seluruh upaya saya untuk membantu Kiaf berkembang menjadi platform yang bermakna di pasar seni global,” kata Jung dalam pernyataannya, Kamis, 3 September 2026.
Sebanyak 175 galeri dari 18 negara dan wilayah hadir dalam KIAF Seoul 2026. Kehadiran galeri dan seniman lokal Korea Selatan menjadi salah satu kekuatan utama di KIAF Seoul 2026. Di antara yang tampil adalah Gallery Hyundai, Kukje Gallery, Gana Art, Hakgojae, Arario Gallery, PYO Gallery, Sun Gallery, dan Wooson Gallery.

Galeri seni di pameran KIAF Seoul 2026, Korea Selatan. Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah
Pemeran ini bertujuan untuk menjembatani antara ekosistem seni Korea dan pasar seni internasional. Dalam perkembangannya, Seoul sebagai kota seni global, pameran ini menjadi salah satu ruang bagi galeri dan seniman Korea untuk memperluas jangkauan kepada kolektor, kurator, institusi, serta publik internasional.
Tema “Coexistence” dipilih di tengah perubahan teknologi yang semakin memengaruhi cara manusia bekerja, berkomunikasi, menciptakan karya, hingga memahami realitas.
KIAF Seoul 2026 menempatkan kreativitas dan pandangan manusia sebagai nilai penting di tengah perkembangan kecerdasan buatan serta teknologi digital. Pada saat yang sama, penyelenggara membuka ruang untuk melihat kemungkinan baru yang muncul dari hubungan antara manusia dan teknologi.
Salah satu galeri yang ditampilkan adalah HUMAL, sebuah pameran khusus yang mengambil nama dari gabungan kata “human” dan “animal”. Pameran ini berangkat dari gagasan mengenai tubuh, naluri, dan pengalaman indrawi manusia di tengah kehidupan yang semakin bergantung pada teknologi dan layar digital.
HUMAL mengajak pengunjung kembali memperhatikan aspek fisik manusia. Ketika banyak aktivitas sehari-hari dapat dilakukan tanpa kehadiran tubuh secara langsung, pameran ini justru menempatkan tubuh dan pengalaman indrawi sebagai bagian penting dalam memahami keberadaan manusia.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi tidak semata-mata ditempatkan sebagai alat yang menggantikan manusia. Relasi manusia dan teknologi digambarkan melalui pertanyaan mengenai apa yang tetap menjadi kekuatan manusia ketika sebagian proses berpikir dan aktivitas mulai dialihkan kepada mesin.
Selain itu, KIAF Seoul 2026 ini juga menghadirkan karya melalui teknologi augmented reality atau AR. Tidak terdapat karya fisik di ruang pamer dalam format konvensional. Pengunjung menggunakan QR code untuk melihat karya melalui perangkat AR. Dengan demikian, ruang kosong menjadi bagian dari pengalaman artistik dan karya muncul melalui layar digital yang dilihat pengunjung.
KIAF Seoul 2026 juga memperluas pengalaman pengunjung melalui berbagai program selain pameran. Selain pameran utama, terdapat KIAF Plus, KIAF Highlight, solo booth, program talks, dan Kiaf Classic.
Program tersebut mempertemukan seniman, kurator, kolektor, galeri, serta pelaku industri seni dalam sebuah seminar dan diskusi mengenai perkembangan seni kontemporer dan pasar seni.
KIAF Seoul juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan seni yang berlangsung di Seoul pada periode yang sama dengan Frieze Seoul. Berbagai galeri dan institusi seni di sejumlah kawasan kota turut menggelar pameran serta program khusus selama periode tersebut.
Selama 25 tahun, KIAF Seoul berkembang bersamaan dengan perubahan lanskap seni Korea Selatan. Penyelenggara tahun ini sebagai platform yang mempertemukan pasar seni Korea dengan jaringan global.
Kehadiran 175 galeri dari 18 negara dan wilayah dalam edisi 2026 memperlihatkan skala internasional yang dibangun KIAF. Pada saat yang sama, dominasi galeri Korea menjaga hubungan dengan ekosistem seni lokal.
Di tengah persaingan sejumlah kota Asia untuk menjadi pusat seni dan pasar koleksi, Seoul menawarkan kombinasi antara industri kreatif, institusi seni, galeri, seniman, teknologi, dan pasar kolektor.