Ilustrasi OPEC. Foto: Dok Anadolu
UEA Resmi Keluar per 1 Mei, Apa Itu OPEC?
Eko Nordiansyah • 3 May 2026 14:00
Jakarta: Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi mengumumkan penarikan diri dari OPEC, efektif mulai 1 Mei 2026. Organisasi yang berisi negara-negara pengekspor minyak bumi ini memiliki pengaruh besar di tingkat global.
Apa itu OPEC?
Dilansir dari laman OCBC, OPEC adalah organisasi yang didirikan pada 14 September 1961 di Baghdad, Irak. Tujuan OPEC adalah mengkoordinasikan masalah mengenai produksi harga dan hak konsesi minyak bumi dengan perusahaan-perusahaan minyak di dunia.Selain itu, dilansir dari website resminya, tujuan OPEC adalah:
- Bersama-sama menyatukan kebijakan perminyakan di antara negara anggota
- Memastikan stabilitas pasar minyak untuk mengamankan pasokan minyak bumi yang efisien, ekonomis, dan teratur kepada konsumen
- Mengatur pengembalian modal yang adil bagi pihak yang berinvestasi di industri ini.
Negara anggota OPEC
Pada awalnya, negara anggota OPEC adalah Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, dan Venezuela. Seiring berjalannya waktu, negara-negara lain juga ikut bergabung, di antaranya Qatar, Indonesia dan Libya, Uni Emirat Arab.Disusul oleh Aljazair, Nigeria, Ekuador, Gabon, Angola, Guinea Khatulistiwa, dan Kongo. Meski begitu, sejumlah negara pernah keluar-masuk OPEC seperti Ekuador dan Gabon.
Hingga saat ini, dengan keluarnya Uni Emirat Arab, terdapat 12 negara anggota OPEC yang aktif, di antaranya sebagai berikut:
- Aljazair.
- Angola.
- Kongo.
- Guinea Khatulistiwa.
- Gabon.
- Iran.
- Irak.
- Kuwait.
- Libya.
- Nigeria.
- Arab Saudi.
- Venezuela.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Keanggotaan Indonesia di OPEC
Indonesia pernah bergabung menjadi anggota OPEC pada 1962. Kemudian pada 2008, Indonesia mengajukan diri untuk keluar dari organisasi tersebut karena sudah tidak menjadi negara pengekspor minyak.Namun, keputusan dari anggota OPEC adalah hanya menonaktifkan Indonesia dalam sementara waktu dari keanggotaan. Indonesia kembali aktif menjadi negara anggota OPEC secara resmi pada 2014.
Lalu pada 2016, Indonesia kembali mengumumkan keluar dari OPEC lantaran itu merupakan dampak kebijakan OPEC yang menurunkan produksi minyak Indonesia sebanyak lima persen atau sekitar 37 ribu barel per hari untuk menghentikan penurunan harga minyak dunia.
Dampak OPEC terhadap harga minyak
Dikutip dari Investopedia.com, secara kolektif, OPEC adalah produsen dan eksportir minyak mentah dan produk petroleum terbesar di dunia. Dengan demikian, tidak mengherankan bahwa setiap langkah yang diambil kelompok ini berdampak besar pada harga energi global.Harga minyak dapat turun secara signifikan jika mereka memutuskan untuk memasok lebih banyak minyak ke pasar. Di sisi lain, jika negara-negara anggota OPEC memutuskan untuk memangkas produksi dan mengurangi pasokan, harga kemungkinan besar akan melonjak.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com