'Suntik' Pasar Modal, Danantara Rogoh 50 Persen Dana Investasi Tahun Ini

CIO BPI Danantara Pandu Sjahrir. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.

'Suntik' Pasar Modal, Danantara Rogoh 50 Persen Dana Investasi Tahun Ini

Insi Nantika Jelita • 2 February 2026 08:30

Jakarta: Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Pandu Sjahrir mengungkapkan, sekitar 50 persen dari total pendanaan investasinya tahun ini akan dialokasikan ke pasar modal.

Danantara menargetkan penyaluran investasi hingga USD14 miliar sepanjang 2026, atau setara Rp235,004 triliun (asumsi kurs Rp16.786 per dolar AS). Dari jumlah tersebut, perusahaan berencana menggelontorkan sekitar USD7 miliar, setara Rp117,5 triliun.

"Jadi mungkin untuk tahun ini bisa dibilang dari pendanaan Danantara setengah akan masuk ke public market," ujarnya dalam acara Dialog Pelaku Pasar Modal di Kantor BEI, Jakarta, Minggu, 1 Februari 2026.

Semua investasi akan tetap dilakukan melalui manajer investasi, dengan arahan untuk masuk ke saham yang memiliki likuiditas tinggi, fundamental kuat, dan nilai yang baik. Pandu menegaskan pihaknya menyiapkan kriteria saham yang akan dibeli mulai Senin, 2 Februari 2026, dengan fokus pada saham bernilai tinggi, likuiditas tinggi, dan arus kas sehat.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Sudah masuk pasar modal sejak Desember 2025

Danantara diketahui sudah mulai masuk ke pasar modal Indonesia sejak akhir Desember 2025 melalui manajer investasi yang ditunjuk. Pandu menekankan, seperti investor lainnya, Danantara akan menjadi pelaku pasar aktif, baik di pasar obligasi maupun pasar saham publik.

“Kami ingin menarik partisipasi para pemain yang sudah ada. Kami memberi arahan kepada manajer investasi yang kami tunjuk agar membeli saham dengan pertumbuhan baik, fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan arus kas sehat,” tuturnya.

Pandu menambahkan  langkah ini penting agar setiap investasi yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami akan terus berinvestasi sepanjang minggu depan, mulai Senin hingga Kamis, karena kami melihat ada nilai yang baik dalam banyak bisnis di Indonesia,” katanya.

Di Danantara Investment Management, kata Pandu, melakukan investasi secara langsung maupun tidak langsung, baik di pasar publik maupun privat.

“Sejak akhir Desember, kami sudah mulai berinvestasi setiap hari melalui manajer investasi yang kami tunjuk. Strategi awal enam bulan ke depan memang akan fokus melalui manajer investasi,” jelasnya.

Pandu menegaskan, Danantara akan menjadi pelaku pasar aktif di Indonesia, mirip dengan investor-investor lain yang sudah hadir di pasar, sejalan dengan komunikasi awal mereka dengan OJK dan Bursa Efek Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)