Rosan: Target Investasi Rp13 Ribu Triliun Jadi Penentu Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 8%

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani pada acara CNA Summit 2026. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Adyatma Damardjati.

Rosan: Target Investasi Rp13 Ribu Triliun Jadi Penentu Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 8%

Husen Miftahudin • 5 February 2026 18:21

Jakarta: Target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga delapan persen dalam beberapa tahun ke depan dinilai sangat bergantung pada kemampuan mendorong investasi skala besar, sekaligus memastikan kualitas penciptaan lapangan kerja. Tanpa akselerasi investasi yang signifikan, ambisi pertumbuhan tinggi berisiko sulit tercapai secara berkelanjutan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan kebutuhan investasi Indonesia dalam lima tahun mendatang diperkirakan mencapai sekitar USD800 miliar atau sekitar Rp13.478 triliun hingga 2029. Nilai tersebut menjadi prasyarat utama apabila Indonesia ingin merealisasikan target pertumbuhan ekonomi mendekati delapan persen.

"Untuk lima tahun ke depan kita perlu mencapai investasi sebesar sekitar USD800 miliar pada 2029 jika kita ingin mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar sekitar delapan persen," ujar Rosan dalam sambutannya di acara CNA Summit 2026, di Ritz-Carlton Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Menurut Rosan, investasi memegang peran krusial tidak hanya sebagai pendorong ekspansi ekonomi, tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Ia menekankan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa kualitas pekerjaan yang memadai tidak akan menghasilkan dampak kesejahteraan yang optimal bagi masyarakat.

"Investasi memainkan peran yang sangat penting dan kita tidak hanya membutuhkan investasi, tetapi juga pekerjaan berkualitas," tambah dia.
 
Baca juga: Ini Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI 2025, Konsumsi Teratas


(Ilustrasi investasi. Foto: Medcom.id)
 

Jaga daya tarik investasi


Dalam konteks global yang semakin kompetitif, Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menjaga daya tarik investasi di tengah perlambatan ekonomi dunia, dinamika geopolitik, serta persaingan antarnegara dalam merebut arus modal. Oleh karena itu, kepastian regulasi, stabilitas kebijakan, serta percepatan proyek strategis menjadi faktor penting untuk memastikan realisasi target investasi tersebut.

Selain itu, arah investasi juga dinilai perlu bergeser menuju sektor bernilai tambah tinggi agar mampu menopang pertumbuhan jangka panjang. Penguatan hilirisasi industri, pengembangan energi terbarukan, serta pembangunan ekosistem manufaktur berbasis teknologi menjadi beberapa sektor yang diproyeksikan berkontribusi besar terhadap pencapaian target investasi nasional.

Dengan kebutuhan investasi yang sangat besar dalam waktu relatif singkat, keberhasilan mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen akan sangat ditentukan oleh konsistensi reformasi struktural, efektivitas implementasi kebijakan, serta kemampuan menjaga kepercayaan investor domestik maupun global. (Muhammad Adyatma Damardjati)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)