Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Wali Kota/ Bupati di Solo Raya dalam kegiatan Outlook Ekonomi Solo Raya 2026.
Gubernur Luthfi Canangkan Wilayah Solo Raya Jadi Aglomerasi Ekonomi di Jateng
Triawati Prihatsari • 4 February 2026 23:27
Solo: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menetapkan kawasan Solo Raya sebagai percontohan program aglomerasi ekonomi. Diharapkan model aglomerasi Solo Raya dapat diterapkan di wilayah lain di Jawa Tengah.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, mengatakan konsep aglomerasi ekonomi dirancang untuk melampaui pola pengembangan ekonomi berbasis kegiatan jangka pendek. Dalam hal ini, Solo Raya diarahkan menjadi satu ekosistem ekonomi terpadu yang mengintegrasikan potensi antarwilayah, dengan Kota Solo sebagai simpul utama.
“Ini tidak sekadar event ekonomi seperti Great Sale, tetapi upaya menyatukan seluruh potensi wilayah Solo Raya dalam satu hub ekonomi untuk menciptakan pertumbuhan baru,” beber Luthfi dalam forum Outlook Ekonomi Soloraya 2026 di Hotel The Sunan Solo, Rabu, 4 Februari 2026.
Luthfi menegaskan pendekatan aglomerasi diperlukan untuk mengatasi ketimpangan dan fragmentasi pembangunan ekonomi antarwilayah. Melalui integrasi perencanaan, infrastruktur, serta kebijakan lintas daerah, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak lagi terpusat di satu kota, melainkan menyebar ke kabupaten dan kota penyangga.
Sementara itu, Pemprov Jateng memperkuat peran Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) melalui struktur organisasi dan tata kelola baru untuk mendukung implementasi program aglomerasi. Bakorwil Solo Raya akan difungsikan sebagai pusat koordinasi dan perpanjangan tangan gubernur dalam pengembangan ekonomi kawasan.
“Bakorwil Solo Raya nantinya menjadi simpul pertemuan antar-pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Kadin kabupaten dan kota, hingga kalangan akademisi,” terang Luthfi.
Selain Solo Raya, pengembangan aglomerasi ekonomi juga akan diterapkan di kawasan lain seperti Pekalongan Raya, Kedu Raya, dan Banyumas Raya. "Solo Raya akan menjadi basis ekonomi baru yang pertama. Jika berhasil, model ini akan direplikasi ke kawasan lain di Jawa Tengah,” ungkap Luthfi.
.jpg)
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Metrotvnews.com/ Triawati
Di sisi lain, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Solo, Ferry Septha Indrianto, menyebut rencana penerapan aglomerasi menjadi jawaban atas persoalan struktural yang selama ini menghambat kinerja ekonomi Solo Raya.
“Solo Raya memiliki potensi sumber daya yang besar, modal demografi yang kuat, kekayaan budaya dan sejarah, serta jumlah pelaku usaha yang tidak sedikit. Namun, ketika potensi itu tidak terkonsolidasi, ia hanya berhenti sebagai aktivitas lokal dan tidak pernah menjadi daya ungkit kawasan,” ujar Ferry.