Siklon Ditwah Tewaskan 56 Orang di Sri Lanka dan 23 Lainnya Hilang

Badai yang melanda d Sri Lanka memicu terjadinya banjir. Foto: BBC

Siklon Ditwah Tewaskan 56 Orang di Sri Lanka dan 23 Lainnya Hilang

Fajar Nugraha • 28 November 2025 17:18

Kolombo: Badai siklon melanda Sri Lanka pada Jumat 28 November, menewaskan 56 orang dan menyebabkan 23 lainnya hilang. Departemen Meteorologi memperingatkan badai tersebut dapat menguat saat bergerak melintasi pulau itu dalam 12 jam ke depan.

Sebagian besar korban jiwa disebabkan oleh tanah longsor yang dipicu oleh hujan deras yang melebihi 300 mm selama 24 jam terakhir saat Siklon Ditwah menghantam negara kepulauan itu, dengan wilayah timur dan tengah paling parah terkena dampaknya.

Pusat Manajemen Bencana (DMC) dalam sebuah pernyataan menyebutkan, di seluruh negeri, 43.991 orang dievakuasi ke sekolah dan tempat penampungan umum lainnya. Termasuk keluarga-keluarga yang terlantar di atap rumah.

Sekolah-sekolah tetap ditutup, layanan kereta api dihentikan, dan Bursa Efek Kolombo mengumumkan penghentian perdagangan lebih awal karena hujan deras terus berlanjut.

"Kami terus melanjutkan operasi penyelamatan di daerah-daerah yang paling parah terkena dampak, tetapi beberapa desa sulit dijangkau karena jalan-jalan terblokir tanah longsor, kami melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan semua orang," ujar Brigadir S Dharmawickrema, Direktur Operasi Darurat di DMC, dikutip dari Channel News Asia.

“Sri Lanka mungkin akan mengalihkan penerbangan dari bandara utamanya ke bandara Trivandrum atau Cochin di India selatan jika kondisinya memburuk,” ujar Menteri Pelabuhan dan Penerbangan Sipil Anura Karunathilake kepada para wartawan.

Media lokal melaporkan bahwa enam penerbangan, termasuk dari Muscat, Dubai, New Delhi, dan Bangkok, telah dialihkan dari Bandara Internasional Bandaranaike di Kolombo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Fajar Nugraha)