Ilustrasi Gedung Unilever Indonesia. Foto: dok Unilever Indonesia.
Unilever Indonesia Bukukan Penjualan Rp16,9 Triliun pada Semester I-2026
Ade Hapsari Lestarini • 28 July 2026 12:37
Tangerang: PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026 dengan penjualan bersih dari operasi berkelanjutan mencapai Rp16,9 triliun atau tumbuh 7,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Perseroan juga membukukan laba bersih dari operasi berkelanjutan sebesar Rp2,1 triliun, meningkat 10,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap mengatakan capaian tersebut menandai empat kuartal berturut-turut perseroan mencatatkan pertumbuhan, sekaligus menunjukkan penguatan fundamental bisnis dan efektivitas strategi transformasi yang dijalankan.
"Kinerja semester pertama 2026 mencerminkan hasil positif dari upaya kami memperkuat fundamental bisnis. Kami berhasil mencatatkan pertumbuhan positif baik pada penjualan maupun laba, didukung oleh pertumbuhan volume yang kuat," ujar Benjie dalam keterangan resmi, Selasa, 28 Juli 2026.
Penjualan domestik tumbuh 7,1 persen, didorong oleh pertumbuhan volume dasar sebesar 7,3 persen. Di sisi profitabilitas, margin laba sebelum pajak dari operasi berkelanjutan tetap terjaga di level 15,7 persen. Jika tidak memperhitungkan biaya transformasi, margin tersebut meningkat menjadi 16,7 persen.
Selain itu, perseroan menyebut pemulihan bisnis didukung tiga pilar utama, yakni penguatan kategori produk, optimalisasi saluran penjualan, serta disiplin pengelolaan biaya.
Dari sisi kategori, Unilever memperkuat daya saing melalui inovasi produk dan strategi pemasaran berbasis pendekatan social-first demand creation. Hasilnya, sebanyak 18 dari 24 merek dalam portofolio perusahaan mencatatkan pertumbuhan pada semester pertama tahun ini.
Selain itu, bisnis inti yang sebelumnya menghadapi tekanan kini kembali tumbuh, sementara sejumlah kategori dengan pertumbuhan tinggi tetap mencatatkan kenaikan dua digit.

Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com.
Seluruh kanal penjualan tumbuh
Di sisi distribusi, pertumbuhan penjualan didorong oleh peningkatan kinerja di seluruh kanal, mulai dari General Trade, Modern Trade, Health & Beauty, hingga eCommerce.
Pada kanal General Trade, pertumbuhan didukung perluasan jangkauan toko dan peningkatan ketersediaan produk. Sementara Modern Trade mencatatkan peningkatan berkat aktivasi kategori dan eksekusi penjualan yang lebih efektif. Adapun kanal Health & Beauty serta eCommerce terus menunjukkan momentum positif seiring penguatan portofolio produk dan kapabilitas digital perusahaan.
Di tengah tekanan biaya yang masih berlangsung, Unilever terus menjalankan disiplin pengelolaan biaya melalui kombinasi penyesuaian harga, peningkatan produktivitas, serta efisiensi operasional. Perseroan juga melanjutkan investasi pada merek-merek utama dan pengembangan kapabilitas digital guna memperkuat daya saing serta menjaga pertumbuhan jangka panjang.
Ke depan, Unilever optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan melalui eksekusi strategi pada tiga pilar utama, yakni kategori, saluran penjualan, dan pengelolaan biaya.
"Kami optimistis dapat terus memperkuat kinerja bisnis melalui fundamental yang semakin kokoh, portofolio merek yang kuat, eksekusi pasar yang lebih efektif, serta fokus berkelanjutan pada produktivitas," ujar Benjie.